alexametrics

Sempat ke Jakarta, 3 Anggota DPRD Kalteng Selamat dari OTT KPK

27 Oktober 2018, 23:00:52 WIB

JawaPos.com – Penyidik KPK mengejar tiga orang anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) yang sempat berkunjung ke Jakarta. Mereka bersama sembilan orang anggota dewan Kalteng sama-sama berada di Jakarta. Namun sembilan itu menjadi bagian dari pihak yang diciduk pada operasi tangkap tangan (OTT), Jumat (26/10).

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyebut, pihaknya masih belum mengetahui keberadaan tiga anggota Komisi B DPRD Kalteng. Mereka bagian dari 12 anggota DPRD Kalteng yang sempat berada di Jakarta.

Saat OTT yang dilakukan Satgas Penindakan KPK, ketiga itu tak ditangkap karena memang tidak berada di lokasi penangkapan.

“3 orang lainnya (tak disebutkan namanya) dari total 12 orang anggota Komisi B DPRD Kalteng yang diketahui sedang berada di Jakarta. Mereka belum diketahui posisinya,” ujar Laode kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (27/10).

Lebih lanjut Syarif menyebut, pada kasus suap ini ada delapan orang anggota Komisi B DPRD Kalteng yang sudah menjalani pemeriksaan. Hasilnya, empat orang dinyatakan sebagai tersangka karena menerima suap.

Mereka adalah Ketua Komisi B DPRD Kalteng Borak Milton, Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng Punding LH Bangkan, lalu Arisavanah, dan Edy Rosada.

Sementara itu, anggota dewan berinisial ASE pada Jumat (26/10) malam, tepatnya pukul 21.00 WIB menyerahkan diri. Hingga kini statusnya masih sebagai saksi.

Di sisi lain, dalam rangkaian OTT Jumat (26/10), KPK juga menetapkan tersangka dari pihak swasta. Mereka adalah Dirut PT BAP atau Wakil Dirut PT SMART (Sinar Mas Agro Rersources and Technology) Edy Saputra Suradja, CEO PT BAP Wilayah Kalteng bagian utara Willy Agung Adipradhana, dan Manajer Legal PT BAP Teguh Dudy Syamsury Zaldy. Ketiga merupakan pemberi suap kepada anggota dewan yang menjadi tersangka.

Pada OTT itu, KPK juga menyita barang bukti berupa uang suap sejumlah Rp 240 juta. Uang itu diduga diberikan oleh penyuap agar DPRD Kalteng tidak menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait dugaan pencemaran lingkungan atas dari kegiatan bisnisnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (ipp/JPC)



Close Ads
Sempat ke Jakarta, 3 Anggota DPRD Kalteng Selamat dari OTT KPK