alexametrics

DPRD Kalteng Tahu Ada Masalah Izin PT BAP, Tapi Tidak Menindaklanjuti

27 Oktober 2018, 22:00:41 WIB

JawaPos.com – Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyebut anggota Komisi B DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) sudah mengetahui ada sejumlah masalah terkait perkebunan sawit yang dipegang oleh PT Binasawit Abadi Pratama (BAP). Namun, dugaan permasalahan tersebut tidak ditindaklanjuti serius oleh DPRD Kalteng.

“DPRD menerima laporan masyarakat terkait pembuangan limbah pengolahan sawit ke Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalteng. Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan kunjungan dan pertemuan dengan pihak PT BAP,” ucapnya pada awak media, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (27/10).

Kendati demikian, kata Syarif, dalam pertemuan tersebut anggota DPRD Kalteng sudah mengetahui bahwa PT BAP yang mengusai lahan sawit diduga bermasalah dalam sejumlah perizinan.

“Yaitu hak guna usaha (HGU), izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH), dan jaminan pencadangan wilayah karena diduga lahan sawit tersebut berada di kawasan hutan,” imbuhnya.

Namun, dalam pertemuan antara anggota Komisi B DPRD Kalteng dan PT BAP, diduga ada pembahasan agar temuan permasalahan itu tidak ditindaklanjuti.

“Dalam beberapa kali pertemuan antara pihak PT BAP dan Komisi B DPRD Kalteng kemudian dibicarakan sejumlah hal, seperti pihak DPRD akan membuat press release terkait HGU PT BAP di media. Pihak PT BAP meminta agar DPRD menyampaikan ke media bahwa tidak benar PT BAP tidak mempunyai izin HGU, namun prosesnya sedang berjalan,” jelasnya.

Tak hanya itu, Syarif juga mengatakan PT BAP meminta agar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan pencemaran lingkungan oleh PT BAP tidak dilaksanakan. “Muncul pembicaraan bahwa ‘Kita tahu sama tahulah’,” tukasnya.

Diketahui, KPK menetapkan Ketua Komisi B DPRD Provinsi Kalteng Borak Milton, Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng Punding LH Bangkan, anggota Komisi B DPRD Kalteng Arisavanah dan Edy Rosada sebagai pihak diduga penerima suap.

Sedangkan, tiga orang diduga pihak pemberi suap yaitu Dirut PT BAP atau Wadirut PT SMART (Sinar Mas Agro Rersources and Technology) Edy Saputra Suradja, CEO PT BAP Wilayah Kalteng Bagian Utara Willy Agung Adipradhana, dan Manajer Legal PT BAP Teguh Dudy Syamsury Zaidy.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (ipp/JPC)



Close Ads
DPRD Kalteng Tahu Ada Masalah Izin PT BAP, Tapi Tidak Menindaklanjuti