alexametrics

Penuhi Panggilan KPK, Imam Nahrawi Siap Menerima Takdir

27 September 2019, 11:32:08 WIB

JawaPos.com – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemeriksaan Korupsi (KPK). Imam bakal diperiksa terkait statusnya sebagai tersangka kasus dana hibah Kemenpora kepada KONI Tahun Anggaran 2018.

Imam tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pulul 10.06 WIB didampingi beberapa orang pendampingnya. Dia mengenakan jaket merah bercorak burung garuda dan mengaku siap jalani pemeriksaan penyidik.

“Saya, bismillahirahmanirahiim, siap menjalani takdir ini karena setiap manusia pasti menghadapi takdir,” kata Imam kepada wartawan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (27/9)

Kepada awak media, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyebut nama Allah. Menurutnya, Tuhan pasti menentukan takdir yang tidak pernah salah.

“Demi Allah, demi Rasulullah, Allah itu maha baik, dan takdirnya enggak pernah salah,” ucap Imam.

Kendati demikian, Imam bungkam saat ditanya awak media terkait dugaan penerimaan suap dan gratifikasi sebesar Rp 26,5 miliar. Imam memilih langsung memasuki gedung KPK.

Dalam kasus ini KPK menetapkan mantan Menpora Imam Nahrawi dan asisten pribadinya Miftahul Ulum sebagai tersangka suap dana hibah KONI. Selain suap, keduanya juga dijerat gratifikasi. Imam Nahrawi melalui Ulum diduga telah menerima uang total Rp 26,5 miliar.

Uang tersebut merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora, kemudian jabatan Imam sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

KPK menduga uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait.

Sebelumnya, KPK sudah lebih dahulu menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Kelima orang tersebut terjarinh operasi tangkap tangan tim penindakan pada 18 Desember 2018.

Mereka adalah Deputi IV Kemenpora Mulyana (MUL), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo (AP), Staf Kemenpora Eko Triyanto (ET), Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy (EFH), dan Bendahara Umum KONI Jhony E. Awuy (JEA).

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads