Ketum Golkar Bantah Terima Dana dari Eni dan Idrus untuk Munaslub

27/08/2018, 17:39 WIB | Editor: Estu Suryowati
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membantah partai beringin menerima aliran dana dari Eni dan Idrus Marham. (Hendra Eka/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membantah kabar adanya aliran dana suap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 dalam pelaksanaan Munaslub pada Desember 2017. Bahkan pihaknya mengaku bersedia untuk dilakukan audit oleh lembaga antirasuah.

Sebagaimana diketahui, dugaan aliran dana suap PLTU Riau-1 yang mengalir ke Munaslub Golkar diungkapkan oleh pengacara eks Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, Fadli Nasution. Aliran dana itu pun diduga berasal dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo kepada Eni.

Airlangga memastikan, tak ada aliran dana suap dalam pelaksanaan Munaslub yang telah membuatnya terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Begitu pula spekulasi adanya aliran dari mantan sekjen partainya, Idrus Marham.

Eni Maulani Saragih ditangkap tangan KPK saat berada di rumah Idrus Marham. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

"Pak Idrus tentu kami hargai karena beliau secara kesatria mengundurkan diri dari Partai Golkar. Kemudian terhadap dana Partai Golkar dari hasil informasi dan pernyataan Pak Agus Gumiwang mengatakan tidak ada dan dari ketua panitia penyelenggara tidak ada, dari bendahara Partai Golkar juga tidak ada," ungkap Airlangga di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (27/8).

Tak hanya itu, partainya pun mengaku siap untuk dilakukan audit oleh KPK. "Iya (audit aliran dana), makasih," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Fadli Nasution menyebut Eni pernah meminta bantuan kepada Kotjo untuk membantu operasional panitia Munaslub Golkar. Aliran dana yang diduga ikut mengalir sekitar Rp 2 miliar.

(ce1/aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi