alexametrics
Uang Igun-Billar Disita, Rossa-Nowela Tidak

Polisi Jelaskan Alasan Beda Perlakuan Uang yang Didapat dari DNA Pro

27 April 2022, 17:09:59 WIB

JawaPos.com – Sejumlah publik figur ikut terseret dalam kasus dugaan penipuan investasi bodong robot trading DNA Pro. Mereka diduga menerima aliran dana dari DNA Pro.

Namun demikian, polisi mengungkapkan tidak semua uang yang didapat para publik figur dari DNA Pro dilakukan penyitaan. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan mengatakan, jika publik figur tersebut mendapatkan uang dari DNA Pro tanpa ada niat jahat, maka uang yang didapat tidak dilakukan penyitaan.

Misalnya saja, uang honor manggung penyanyi Rossa yang mencapai Rp 172 juta, tidak disita. “Hasil gelar perkara tidak ada niat jahat si Rossa tersebut. Artinya dia melaksanakan kegiatan sesuai profesionalisme,” ujar Whisnu saat dikonfirmasi, Rabu (27/4).

Selain itu, Whisnu menjelaskan penyidik Bareskrim Polri juga tidak menyita honor yang didapat penyanyi dari ajang pencarian bakat Indonesia Idol, Nowela dari DNA Pro. Menurut Whisnu, tidak adanya penyitaan uang honor menyanyi tersebut dikarenakan Rossa dan Nowela saat mengisi acara DNA Pro didasari dengan kontrak sebagai profesional.

“Tidak ada dia mengembalikan, mungkin mau mengembalikan. Tapi kita tidak usah, itu kan profesional,” katanya.

Begitu juga dengan penyanyi Yosi Mokalu atau lebih dikenal Yosi Project Pop dan DJ Una. Honor mereka besar kemungkinan tidak akan disita. “Karena lihat Mens rea-nya, lihat niat jahatnya, apakah profesional atau tidak. Kalau dia ada kontraknya sesuai dengan kegiatan, ya tidak kena,” ungkapnya.

Bagaimana dengan Igun dan Billar?

Namun demikian, Whisnu menjelaskan alasan Penyidik Bareskrim Polri melakukan penyitaan uang terhadap Ivan Gunawan, Rizky Billar, dan Lesti Kejora.

Menurut Whisnu, Ivan Gunawan adalah brand ambassador dari robot trading DNA Pro. Sehingga Ivan Gunawan ikut mempromosikan ke masyarakat untuk bisa melakukan investasi ke DNA Pro.

“Ivan juga sebagai brand ambassador. Jadi beda dengan (kalau) dia menyanyi atau menjadi MC,” tuturnya.

Kemudian untuk Rizky Billar dan Lesti Kejora mendapatkan uang Rp 1 miliar dari konten robot trading DNA Pro. Sehingga memang uang tersebut mesti dikebalikan.

“Kecuali beda dengan Lesti, Billar, dia itu kan konten, dia tahu itu buat konten, tahu salah. Jadi, harus dikembalikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan 12 tersangka kasus dugaan penipuan investasi robot trading DNA Pro, mereka adalah FR, RK, RS, RU, YS, AB, ZII, JG, ST, FE, AS dan DV.

Dalam kasus ini, Tim Penyidik Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi. Rinciannya 11 orang saksi pelapor dan satu orang ahli perdagangan yang ditunjuk Kementerian Perdagangan.

Nilai kerugian akibat robot trading tersebut mencapai Rp 97 miliar. Sebanyak 242 orang menjadi korban terkait penipuan DNA Pro tersebut.

Setidaknya 12 tersangka dijerat dengan Pasal berlapis yakni Pasal 106 Jo. Pasal 24 dan atau Pasal 105 Jo. Pasal 9 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan dan/atau; Pasal 3, Pasal 5 Jo Pasal 10 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian uang.

Sampai saat ini, Bareskrim Polri mengamankan dana para member, memblokir 27 rekening yang digunakan sebagai sarana menerima transferan dana dari member dan mentransferkan profit, bonus, dan komisi kepada member.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads