JawaPos Radar | Iklan Jitu

Jokowi Beri Remisi Pembunuh Jurnalis, Ditjen PAS Bilang Begini

27 Januari 2019, 18:59:42 WIB
Aksi Jurnalis
Aksi jurnalis mengecam Presiden Jokowi yang telah memberikan remisi pada pembunuh Prabangsa yang merupakan jurnalis Radar Bali. (Miftahul Hayat/jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Keputusan Presiden Nomor 29 Tentang Remisi Perubahan Pidana Seumur Hidup menjadi sementara menjadi polemik di masyarakat. Sebab Presiden Joko Widodo memberikan remisi terhadap I Nyoman Susrama, seorang pelaku pembunuhan wartawan Radar Bali (Jawa Pos Group) AA Gde Narendra Prabangsa.

Menanggapi kebijakan Jokowi ini, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) menilai, remisi terhadap Susrama sudah sesuai prosedur. Ini tertuang dalam Kepres No 174 Tahun 1999.

"Narapidana seumur hidup paling sedikit 5 tahun, serta telah berkelakuan baik secara berturut-berturut maka dapat diubah pidananya menjadi pidana sementara," kata Kepala Bagian Humas Ditjen PAS, Ade Kusmanto saat dikonfirmasi, Minggu (27/1).

Ade menjelaskan, selain Susrama, ada 115 narapidana lain yang juga diberikan remisi sesuai dengan Kepres itu pada 2018. Proses pemberian remisi terhadap narapidana, kata Ade, berawal dari permohonan dari narapidana tersebut untuk dilakukan perubahan pidana ke rumah tahanan (rutan) tempatnya ditahan.

"Setelah diajukan, permohonan tersebut akan disidang oleh tim pengamat pemasyarakatan (TPP) untuk kemudian diputuskan. Sebelum diusulkan ke Kepala Rutan, itu minta pertimbangan dari pihak Balai Pemasyarakatan. Ada petugasnya yang membuat penelitian pemasyarakatan layak atau tidak untuk diusulkan," terang Ade.

Di tahap itu, permohonan itu disidangkan kembali dengan segala pertimbangannya. Jika pejabat sempat menyetujui usulan tersebut, maka akan dilanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, yakni di Kantor Wilayah Kemenkumham. Kemudian proses dilanjutkan ke tahap berikutnya.

"Diusulkan kembali ke Ditjen PAS. Di situ ada TPP Pusat, dipertimbangkan semua. Kemudian di teruskan ke Kementerian, lalu diproses lagi. Setelah itu diusulkan ke Presiden. Di Presiden, dengan tim ahli Presiden dipertimbangkan semuanya, baru keluar Keppres," jelasnya.

Kendati demikian, Ade menghormati adanya penolakan terhadap remisi yang diberikan oleh Jokowi terhadap Susrama. Namun dia mengklaim keputusan tersebut sudah melalui prosedur yang tepat.

"Kami memahami, menghargai betapa kecewanya keluaga korban, kemudian rekan-rekan media jurnalis seperi itu. Tetapi kalau kami tidak melaksanakan regulasi itu, yang sudah menjadi ketentuan maka berarti kami juga sudah melanggar. Kan sudah ada aturannya," jelasnya.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : Muhammad Ridwan

Alur Cerita Berita

Jalan Belakang Dapat Surat Pengampunan 27 Januari 2019, 18:59:42 WIB
Puluhan Jurnalis di Malang Jalan Mundur 27 Januari 2019, 18:59:42 WIB
Yasonna: Bukan Grasi, tapi Remisi Perubahan 27 Januari 2019, 18:59:42 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up