alexametrics

Novanto Dikawal Khusus Kemenkumham, Lalu Dari Kapan Ada di RSPAD?

26 Desember 2019, 21:07:49 WIB

JawaPos.com – Kepala Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Barat Liberti Sitinjak dan Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala melakukan sidak ke RSPAD Jakarta. Itu karena ada laporan bahwa terpidana kasus e-KTP Setya Novanto sedang berada di sana.
.
“Yang jelas saya dengan Profesor Meliala sudah menyaksikan langsung Setya Novanto itu sedang dirawat di radiologi,” ujar Sitinjak di RSPAD, Jakarta, Kamis (26/12).

Sitinjak mengatakan, saat sampai di RSPAD, Setya Novanto sedang ingin melakukan pemeriksaan radiologi. Mantan Ketua DPR itu juga dalam kondisi sadar dan sudah bisa berkomunikasi.

“Kayaknya tadi sudah bisa bicara, itu artinya sadar. Saya enggak tanya. Karena saya pegang tangannya juga demam, panas,” katanya.

Sitinjak mengaku, dirinya tidak banyak berkomunikasi dengan dengan politikus Partai Golkar tersebut. Karena, posisi Novanto menggunakan kursi roda.

“Sudah mau ke radiologi. Duduk di kursi roda,” ungkapnya.

Menurut Sitinjak, Setya Novanto mendapatkan pengawalan khusus dari Kemenkumham. Sebab strandar operasionalnya seperti itu. Sitinjak juga tidak tahu kapan Setya Novanto dibolehkan kembali ke lapas Gunung Sindur.

“Hanya dua pengawal dari lapas Cipinang,” pungkasnya.

Diketahui, kabar Setya Novanto pergi keluar dari lapas pertama kali muncul pada cuitan dimedia sosial Twitter pada akun peneliti ICW Emerson Yuntho @emerson_yuntho. Cuitan itu, diunggah pada Minggu 22 Desember 2019 lalu.

Akun tersebut menyebutkan bahwa mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto tidak ada di dalam Lapas Sukamiskin. Bahkan, dituliskan ada hadiah untuk yang bisa memberikan info keberadaan Setya Novanto.

“Netizen. Butuh bantuannya telah hilang Bapak @sn_setyanovanto Hingga kemarin belum kembali ke tempat tinggalnya di Sukamiskin Bandung. Kulit putih.Usia 62 tahun. Ada hadiah bagi siapapun yang memberikan informasi. Cc @Kemenkumham_RI @OmbudsmanRI137,” katanya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono


Close Ads