alexametrics

Selain Edhy Prabowo, 16 Orang Ini Juga Turut Diperiksa KPK

26 November 2020, 01:22:13 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Bandara Soekrano Hatta (Soetta), Depok, Bekasi, dan Tangerang Selatan pada Rabu (25/11) sekitar pukul 00.30 WIB. Dalam operasi senyap tersebut, lembaga antirasuah mengamankan 17 orang termasuk Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo.

“Dalam kegiatan tangkap tangan ini, KPK telah mengamankan 17 orang pada hari Rabu tanggal 25 November 2020 sekitar jam 00.30 WiB di beberapa tempat,” kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (25/11) malam.

Nawawi menyampaikan, selain Edhy Prabowo, lembaga antirasuah juga turut mengamankan 16 orang lainnya. Mereka yang turut diamankan yakni, Iis Rosyati Dewi, IRW selaku Istri Edhy Prabowo; Safri, SAF selaku Stafsus Menteri KKP; Zaini, ZN selaku Dirjen Tangkap Ikan KKP; Yudha, YD selaku Ajudan Menteri KKP; Yeni, YN selaku Protokoler KKP.

Selanjutnya Desri, DES selaku Humas KKP; Selamet, SMT selaku Dirjen Budi Daya KKP; Suharjito, SJT selaku Direktur PT DPP; Siswadi, SWD selaku Pengurus PT ACK; Dipo, DP selaku Pengendali PT PLI; Deden Deni, DD selaku Pengendali PT ACK; Nety, NT selaku Istri dari SWD; Chusni Mubarok, CM selaku staf Menteri KKP; Ainul Faqih, AF selaku staf Istri Menteri KKP; Syaihul Anam, SA selaku Staf Menteri KKP dan Mulyanto, MY selaku Staf PT Gardatama Security.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo berjalan menuju ruangan konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/11). Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, KPK kemudian menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. Salah satu yang ditetapkan yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai penerima suap.

Selain itu enam tersangka lainnya juga ditetapkan sebagai pemberi suap yakni Safri (SAF) selaku Stafsus Menteri KKP; Andreau Pribadi Misanta (APM) selaku Stafsus Menteri KKP; Siswadi (SWD) selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK); Ainul Faqih (AF) selaku Staf istri Menteri KKP; dan Amiril Mukminin selaku swasta. Sementara diduga sebagai pihak pemberi, KPK menetapkan Suharjito (SJT) selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP).

“KPK menetapkan tujuh orang tersangka masing-masing sebagai penerima EP, SAF, APM, SWD, AF, dan AM. Sebagai pemberi (suap) SJT,” ujar Nawawi.

KPK menduga, Edhy menerima Rp 9,8 miliar dan USD 100.000 yang diduga untuk memuluskan beberapa perusahaan
eksportir benih lobster.

Keenam tersangka penerima disangkakan Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan tersangka pemberi disangkakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Muhammad Ridwan

Alur Cerita Berita

Lihat Semua

Close Ads