alexametrics

OTT Anggota DPRD Kalteng, Ternyata Transaksinya di Jakarta

26 Oktober 2018, 22:34:27 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengamankan 14 orang dari unsur anggota DPRD Kalimantan Tengah dan unsur swasta. Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK tersebut berlangsung saat hendak melakukan transaksi di sebuah gedung kawasan Jakarta.

“Kami mendapat informasi dari masyarakat akan melakukan transaksi di Jakarta terkait di bidang perkebunan dan lingkungan hidup,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Kanto KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (26/10).

Menurut Febri, operasi senyap tersebut berlangsung pada siang hingga sore hari tadi. Namun, dia enggan menjelaskan secara rinci di mana lokasi transaksi itu berlangsung.

Dalam operasi senyap tersebut, sambung Febri, penyidik lembaga antirasuah juga mengamankan uang ratusan juta.

“Kami menduga (transaksi) itu bukan pemberian yang pertama,” ucapnya.

Saat ini, sebanyak 14 orang tersebut sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh penyidik KPK. “Dalam waktu 24 jam KPK akan menaikan status meraka yang tertangkap tangan,” jelas Febri.

Sebelumnya, Tim Satuan Tugas (Satgas) Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangkap (OTT). Setelah sebelumnya melakukan operasi senyap di Bekasi dan Cirebon, Jawa Barat.

Kali ini tim lembaga antirasuah bergeser melakukan operasi kedap terhadap anggota DPRD Kalimantan.

Dalam operasi tersebut, seorang wakil rakyat dikabarkan diamankan bersama sejumlah pihak lain. “Anggota DPRD Kalteng yang di-OTT,” kata sumber JawaPos.com, ketika dikonfirmasi Jumat (26/10) sore.

Hal senada juga dibenarkan sumber JawaPos.com lain. “Iya Anggota DPRD Kalteng (Yang diamankan),” imbuh sumber tersebut.

Lebih lanjut, tim juga mengamankan sejumlah barang bukti uang suap yang menjadi ‘pelicin’ bagi wakil rakyat tersebut. “Ada duit ratusan juta yang diamankan,” jelas sumber.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (rdw/JPC)

OTT Anggota DPRD Kalteng, Ternyata Transaksinya di Jakarta