JawaPos Radar

Ini Penyebab Terlambatnya Pengiriman SPDP Risma

26/10/2015, 19:45 WIB | Editor: husain
Ini Penyebab Terlambatnya Pengiriman SPDP Risma
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti (Dokumen JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Keterlambatan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) Risma Trimaharani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim terkait kasus pemindahan kios bangunan Pasar Turi Surabaya membuat gaduh sejumlah pihak.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti membeberkan kronologis terjadinya kelambatan pengiriman SPDP itu. "Kasus ini mulai dilakukan penyelidikan di awal Mei, tanggal 25 (Mei) dilakukan gelar perkara oleh penyidik," ujarnya, Senin (26/10).

Menurut Badrodin, seharusnya SPDP dikirim sebelum gelar perkara dilakukan. Tapi penyidik Dirkrimsus Polda Jatim baru mengirimkan SPDP per tanggal 29 Mei. "Hasil gelar perkara tidak ditemukan adanya pelanggaran oleh Bu Risma," kata mantan Kabaharkam ini.

Faktor keterlambatan pengiriman SPDP karena direkturnya mengalami pergantian. Direktur lama pindah tugas dan yang baru masih belum pulang dari ibadah haji.

Tapi mengapa harus dikirim SPDP jika tidak ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan Risma? Badrodin menjawab, sebuah perkara apabila ingin diterbitkan SP3 (surat pemberitahuan penghentikan penyidikan) harus dimunculkan dulu SPDP.

Di dalam SPDP yang dikirim juga, tutur Badrodin, nama Risma hanya diduga melakukan saja, bukan sebagai tersangka. "Tidak percaya? Ini buktinya," kata Badrodin seraya menunjukkan kopian SPDP yang mencantumkan nama Risma sebagai terduga pelaku.

Badrodin juga sudah melakukan pemanggilan terhadap seluruh penyidik yang menangani kasus tersebut. Tujuannya mendengarkan keterangan penyidik soal sejauh mana perkara itu. (elf/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up