alexametrics

Calo Aborsi Ilegal Dapat Untung Lebih Besar Daripada Dokter

26 September 2020, 15:32:08 WIB

JawaPos.com – Penyidik Polda Metro Jaya menemukan fakta menarik dalam kasus klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara III, Senen, Jakarta Pusat. Hasil penyelidikan menemukan fakta bahwa calo aborsi mendapat bayaran lebih besar dibanding dokter, dan pemilik klinik.

Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan calo aborsi ilegal ini bisa mengambil untung 50 persen dari pembayaran setiap pasien yang dia bawa. 50 persen lainnya diberikan kepada pemilik klinik untuk dibagikan kepada petugas lainnya.

Seperti kepada perawat, resepsionis, dan pengantar sebesar Rp 150 – 250 ribu per hari. Lalu sisanya baru dibagi rata untuk pemilik tempat dan dokter yang mengaborsi. “Jadi untung calo ini lebih besar dibanding tenaga support tim dan dokter,” ujar Calvijn saat dihubungi, Sabtu (26/9).

Dengan keuntungan menggiurkan tersebut, membuat calo terpacu bekerja mencari pasien. Salah satunya dengan membuat promosi di internet dan membuat website www.klinikaborsiresmi.com. “Web itu dibuat oleh calo. Kami menemukan fakta bahwa dalam pratik aborsi, peran calo sangat besar,” jelas Calvijn.

Sebelumnya, Klinik aborsi ilegal kembali dibongkar oleh jajaran Polda Metro Jaya. Kali ini penggerebekan dilakukan di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat. Total ada 10 tersangka yang ditangkap. Mereka adalah LA, 52; DK, 30; NA, 30; MM, 38; YA, 51; RA, 52; LL, 50; ED, 28; SM, 62; dan RS, 25.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, 10 tersangka ini memiliki peran berbeda-beda. Mulai dari pemilik klinik, dokter, tenaga medis, pekerja di klinik tersebut, dan pasien aborsi.

Yusri mengatakan, klinik ini sudah beroperasi sejak 2017. Sebelum itu, klinik ini sebenarnya sudah pernah beroperasi pada 2002-2004, namun sempat ditutup, dan baru dibuka kembali pada 2017.

Klinik ini biasa menawarkan jasanya melalui website www.aborsi.com serta media sosial. Bagi warga yang berminat, nanti akan diarahkan untuk menjalin komunikasi melalui Whatsapp.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads