JawaPos Radar | Iklan Jitu

Hadir di Pernikahan Putra Bamsoet, Pimpinan KPK Dinilai Langgar Etik

26 September 2018, 10:03:52 WIB | Editor: Kuswandi
Pimpinan KPK
Sejumlah pimpinan KPK bercengkerama dengan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, dalam acara resepsi pernikahan anak Ketua DPR Bambang Soesatyo, Senin (10/9) (Instagram/hotmanparisofficial)
Share this

JawaPos.com - Hadirnya empat pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam resepsi pernikahan putra Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) beberapa waktu lalu, terus menimbulkan pertanyaan berbagai pihak. Bagaimana tidak, kehadiran itu menyinggung persoalan kode etik KPK didalamnya terutama mengenai integritas.

Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW, Tama S Langkun menilai pertemuan tersebut tidak dibenarkan secara etik, musababnya Bamsoet sempat diperiksa dalam perkara e-KTP pada Juni lalu. Saat itu, politisi Golkar ini mengaku dicecar soal dugaan aliran dana sebesar Rp 50 juta ke DPD Golkar Jateng.

"Berdasarkan kode etik KPK, huruf B terkait dengan integritas, tambahan angka 4, Pimpinan KPK harus menyadari sepenuhnya bahwa seluruh sikap dan tindakannya selalu melekat dalam kapasitas sebagai Pimpinan Komisi," tegasnya pada JawaPos.com, Rabu (26/9).

Sehingga, sebut Tama, bila ada argumentasi bahwa pertemuan ini adalah urusan pribadi, maka pendapat tersebut salah besar dikarenakan sejak Komisioner KPK mengucap sumpah jabatan semua perilakunya sudah terikat dengan kode etik.

Tak hanya itu, dia juga mengatakan pertemuan ini tidak dibenarkan berdasarkan pasal 36 Undang-Undang KPK. Dalam pasal tersebut berisi bahwa Pimpinan KPK dilarang mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka atau pihak lain yang ada hubungan dengan perkara tindak pidana korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi dengan alasan apa pun.

"Untuk Pegawai tidak terkecuali pimpinan KPK, harus berusaha menjauhkan diri dari potensi konflik kepentingan," imbuhnya.

Untuk itu, aktivis ICW ini meminta agar semua unsur yang ada di KPK termasuk pimpinan bisa mematuhi pedoman kode etik yang berlaku serta perlu dilakukan pemeriksaan etik terhadap komisioner KPK.

"Bahkan jika perlu membentuk komite etik,"tuturnya.

Sedangkan, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menilai kehadiran empat orang pimpinan di putra Bamsoet hanya dalam kapasitas undangan biasa.

"Ya itu kan undangan biasa. Hubungan antarlembaga juga harus kita jaga. Enggak masalah. Waktu itu undangan dari PPATK hadir juga kita," pungkasnya.

Saat disinggung merujuk pada pasal 36 UU KPK, bahwa pimpinan dilarang mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka atau pihak lain yang ada hubungan dengan perkara tindak pidana korupsi, karena Bamsoet sempat diperiksa menjadi saksi bulan Juni dalam perkara e-KTP, Alex berkelit jika pihaknya tak melanggar aturan.

"Saksi kan. Saksi itu yang membantu proses penyidikan, bukan orang yang beperkara. Kita harus menghargai dan menghormati saksi juga. Jangan sampai yang jadi saksi itu malah ketakutan enggak mau datang," tutupnya.

Untuk diketahui, resepsi pernikahan putra Bamsoet itu digelar pada Senin (10/9) di Jakarta Conventation Center (JCC). Ada empat pimpinan KPK yang hadir, yaitu Alexander Marwata, Basaria Pandjaitan, Saut Situmorang dan Laode M Syarif namun tak tampak Agus dalam acara tersebut.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up