JawaPos Radar

Polri Dukung Penyelidikan 3 WNI Diduga Terafiliasi ISIS di Malaysia

26/07/2018, 12:45 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Polri Dukung Penyelidikan 3 WNI Diduga Terafiliasi ISIS di Malaysia
Karopenmas Mabes Polri Brigjen M Iqbal. (Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tiga Warga Negara Indonesia (WNI) diduga simpatisan ISIS masih diperiksa secara intensif oleh Polis Diraja Malaysia (PDRM). Belum diketahui apakah mereka bakal ditahan atau dideportasi.

"Kalau dalam bahasa kita apakah ada alat bukti cukup atau tidak. Nah di Malaysia dalam kondisi tersebut, masih lakukan pemeriksaan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Mabes Polri Brigjen Pol M Iqbal saat berbincang di kantornya Rabu (26/7).

Kata Iqbal, PDRM sudah berkoordinasi dengan pihaknya. Untuk itu, Polri bakal membantu PDRM guna melengkapi penyelidikan yang dilakukan mereka.

"Polri kita tunggu. Data apapun yang diminta kita akan support," sebut anak buah Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu.

Namun yang pasti, pihaknya akan memproses hukum ketiga WNI tersebut jika terbukti melakukan koneksi dengan ISIS. Juga, terbukti melawan hukum dengan aksi teror di Indonesia.

"(Tapi) belum bisa dibuktikan saat ini tiga WNI ini masuk dalam koneksi aksi teror di Indonesia, begitu juga di Malaysia, mereka juga belum bisa buktikan," pungkas Iqbal

Sementara itu, berdasarkan hasil verifikasi KBRI Kuala Lumpur, ketiga WNI tersebut, yaitu EMD; 26, UR; 42, dan ZKR;27. Mereka masih akan menjalani masa penahanan dalam rangka penyelidikaan selama 28 hari terhitung mulai tanggal penangkapan.

Ketiga WNI itu merupakan bagian dari tujuh orang yang ditangkap polisi Malaysia karena diduga melakukan aktivitas terkait dengan militan garis keras. Ketujuh orang itu ditangkap di Trengganu, Selangor, Perak, dan Johor, dalam kurun 12 hingga 17 Juli 2018.

Kepala Kepolisian Federal Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Mohd Fuzi Harun sebelumnya mengatakan diantara teroris yang ditangkap, salah satunya mengancam akan membunuh Yang Dipertuan Agung Sultan Muhammad V dan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up