alexametrics

Dahnil: Apa Perlu NU-Muhammadiyah Ajukan Hukuman Mati untuk Koruptor?

26 Juli 2018, 16:20:58 WIB

JawaPos.com – Kemenkumham terus menjadi sorotan. Banyak pihak yang menuding tertangkapnya Kapalas Sukamiskin Wahid Husein dalam OTT yang dilakukan KPK dinilai karena masih longgarnya pihak terkait dalam memberikan efek jera pada para koruptor.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menilai, Menkumham Yasonna Laoly mengetahui perihal praktik suap yang dijalani jajarannya di Lapas Sukamiskin.

“Itu sebenarnya tidak hanya sampai di Kalapas, bisa saja itu sampai ke Kemenkumham, bisa aja negonya di sana,” ungkapnya saat ditemui di Menteng, dalam diksusi dengan tajuk Benarkah Indonesia Surga Bagi Koruptor? di Jakarta Pusat, Kamis (26/7).

Dia juga menyebut sidak yang dilakukan pihak Kemenkumham dan Ditjen PAS hanyalah drama. Harusnya, solusi yang dilakukan ialah memperkuat KPK dan membenahi partai politik. “Tiba-tiba ada sidak itu drama, kenapa negara ini kok drama sekali?” ujarnya dengan skeptis.

Dahnil juga meminta kepada Presiden agar mendorong pemberantasan korupsi dari berbagai sisi untuk memberi efek jera kepada para koruptor.

“Apa perlu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama ajukan hukuman mati untuk koruptor itu nggak terlalu wow,” tuturnya.

Sementara itu, aktivis Indonesian Corruption Watch (ICW), Emershon Yuntho mempertanyakan tidak adanya suara dari partai politik yang meminta Yasonna agar dicopot dari jabatannya.

“Enggak ada yang bersuara keras, parpol bilang copot Yasonna Laoly. Yang ada malah bilang KPK nangkap OTT recehan,” pungkasnya.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/ipp/JPC)



Close Ads
Dahnil: Apa Perlu NU-Muhammadiyah Ajukan Hukuman Mati untuk Koruptor?