alexametrics

Zuhri Diperintah Haris Kumpulkan Uang untuk Menag Lukman

26 Juni 2019, 21:58:38 WIB

JawaPos.com – ‎Sidang lanjutan perkara dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag untuk terdakwa Haris Hasanuddin dan ‎Muafaq Wirahadi kembali digelar.‎ Salah satu saksi yang dihadirkan adalah Kepala Bidang Penerangan Agama, Zakat, dan Wakaf Kantor Wilayah Jawa Timur (Jatim) Zuhri.

Dalam kesaksiannya Zuhri mengungkapkan, pernah disuruh oleh Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin untuk bisa mengumpulkan uang bagi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

“‎Ya itu waktu ada rapat koordinasi tim, kami tahu-tahu diminta Pak Haris, ‘Mas saya minta tolong teman-teman kalau ada yang nitip uang tolong dibantu’,” papar Zuhri di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (26/6).

Zuhri mengatakan, uang yang diperuntukan bagi Lukman Hakim Saifuddin dikumpulkan dari para pejabat kantor wilayah Kemenag seluruh Jawa Timur. 

Hasilnya, Zuhri ‎mengumpulkan total uang sebesar Rp 72 juta. Jumlahnya pun beragam. Misalnya satu pejabat di Kemenag ada yang memberikan uang Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta.

‎”Saya hanya mengumpulkan. Kemungkinan untuk persiapan. Karena sebagai adat ketimuran, kedatangan Bapak Menteri, Pak Polisi yang mengawal minta juga, barangkali ini untuk pimpinan,” katanya.

Menurut Zuhri, uang Rp 72 juta itu juga ‎tidak diberikan semuanya ke Lukman Hakim Saifuddin. Sebesar 40-50 juta untuk kepentingan pribadi Lukman Hakim Saifuddin. Selanjutnya Rp 10 juta untuk  kebutuhan Lukman Hakim selama di Jawa Timur. Sisanya sebesar Rp 22 juta diminta Haris Hasannudin.

“Untuk yang Rp 22 juta saya enggak tahu untuk apa. Dan enggak (dicatat) dari kantor mana saja uang Rp 72 juta,” katanya.

Diketahui, dalam surat Dakwaan Haris Hasanuddin, Lukman Hakim disebut menerima duit senilai Rp 70 juta. Uang itu diberikan dalam dua tahap. 

Pertama pada 1 Maret 2019 Haris bertemu dengan Lukman di Hotel Mercure Surabaya dan menyerahkan uang senilai Rp 50 juta. Pemberian kedua dilakukan Haris pada tanggal 9 Maret 2019. Haris memberikan uang senilai Rp 20 juta. 

Haris sendiri didakwa menyuap anggota DPR yang juga Ketua Umum PPP Muchammad Romahurmuziy (Rommy) berupa uang sebesar Rp 325 juta. Suap itu diduga sebagai imbal jasa atas pengangkatan Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur. 

Dalam dakwaan, Jaksa KPK Wawan Yunarwanto juga menyebut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebagai pihak yang turut menerima uang terkait jual beli jabatan ini.

Atas perbuatannya, Haris didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 j Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 utentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1)KUHP.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads