alexametrics

KPK Perpanjang Penahanan Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah

26 April 2021, 09:31:14 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan terhadap Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah dan Sekretaris Dinas PUTR Pemerintah Provinsi Sulsel, Edy Rahmat. Perpanjangan penahanan ini dilakukan untuk 30 hari ke depan.

“Tim Penyidik KPK telah memperpanjang penahanan tersangka Nurdin Abdullah dan tersangka Edy Rahmat masing-masing selama 30 hari, berdasarkan penetapan pertama dari Ketua Pengadilan Negeri Makassar terhitung sejak tanggal 28 April 2021 sampai dengan 27 Mei 2021,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (26/4).

Ali menyampaikan, Nurdin setelah menyandang status tersangka menjalani penahanan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur. Sedangkan Edy Rahmat menjalani penahanan di Rutan KPK Kavling C1.

Juru bicara KPK bidang penindakan ini menyampaikan, perpanjangan penahanan dilakukan karena tim penyidik masih mengumpulkan alat bukti. Sehingga masih akan memeriksa saksi-saksi lainnya.

“Perpanjangan ini masih diperlukan oleh Tim Penyidik untuk terus melakukan pengumpulan alat bukti, diantaranya dengan memanggil saksi-saksi guna melengkapi berkas perkara dimaksud,” pungkas Ali.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka di antaranya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Sekdis PUTR Pemprov Sulsel Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba Agung Sucipto.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads