alexametrics

TNI Jadi Guru Dadakan Pasca Penyanderaan Separatis di Aroanop

26 April 2018, 11:30:50 WIB

JawaPos.com – Aktivitas belajar-mengajar di Aroanop, pedalaman Kabupaten Mimika, Papua tetap berjalan pasca penyanderaan dan pemerkosaan guru oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB). Namun, bukan guru yang mengajar, melainkan para anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Karena di sana tidak ada guru, TNI mengajar, menggantikan guru itu,” ujar Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol Inf Muhamad Aidi saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (26/4).

Secara bergantian, para personel TNI mengajar sembari menjaga situasi sekitar. Total ada 30 personel TNI yang menjaga wilayah tersebut.

TNI Jadi Guru Dadakan Pasca Penyanderaan Separatis di Aroanop
EVAKUASI - Para guru berhasil dievakuasi menggunakan dua helikopter Penerbad dari Kampung Aroanop, Distrik Tembagapura ke Timika, Kamis (19/4) kemarin. (KRISTOFORUS DUTEREM/RADAR TIMIKA/Jawa Pos Group)

“Mereka yang punya kemampuan, bergantian mengajar,” kata dia.

Meskipun beberapa waktu lalu situasinya sempat mencekam, Aidi mengatakan, anak-anak di Aroanop cukup antusias mengikuti kegiatan belajar-mengajar. “Mereka antusias. Ini hasil karya guru-guru ini, anak-anaknya itu cerdas-cerdas,” ungkap Aidi.

Sementara itu, dia menjelaskan, seluruh guru honorer sudah dievakuasi. Mereka memindahkan tiga dari lima guru yang sebelumnya belum dibawa keluar dari Aroanop, pada Sabtu (21/4). Sedangkan dua sisanya tidak ikut karena merupakan warga asli.

“Jumlah total (yang) dievakuasi 16 orang, sisanya penduduk asli di sana. Dia guru honorer yang dipekerjakan di sana,” jelas anak buah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto itu.

Semua guru yang dievakuasi, katanya, sudah diserahkan ke pihak keluarga. Sebelumnya, mereka menjalani cek kesehatan dan dibawa ke Dinas Pendidikan.

“(Kini) Semua ditangani oleh keluarga,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya sejumlah anggota KKSB melakukan teror di kampung Aroanop, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika. Mereka menyerang salah satu sekolah dan menyandera belasan guru di sana.

Para guru tersebut merupakan guru honorer yang dikirim dari luar Papua. Ketika disandera, belasan guru itu disiksa oleh anggota kelompok separatis itu, hingga ada yang diperkosa.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (dna/ce1/JPC)



Close Ads
TNI Jadi Guru Dadakan Pasca Penyanderaan Separatis di Aroanop