alexametrics

IPW Minta Perwira Penganiaya 3 Bintara Supaya Dipecat

26 Maret 2020, 14:09:50 WIB

JawaPos.com – Indonesia Police Watch (IPW) mengecam keras penganiayaan terhadap 3 Bintara Polres Padang Pariaman. Terlebih lagi, penganiayaan tersebut terjadi di tempat terbuka yang bisa disaksikan oleh banyak orang.

“IPW mengecam keras tindakan sadis yang dilakukan perwira pertama Polri Akpol lulusan 2019 tersebut. Ironisnya tindakan sadis itu terbiarkan cukup lama, padahal semua anggota Polres Pariaman bisa menyaksikannya,” kata Ketua Presidium IPW Neta S. Pane dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3).

Neta menilai tidak ada pembenaran atas penyiksaan itu. Sekalipun 3 bintara tersebut membuat kesalahan, harus dijatuhi sanksi sesuai aturan yang berlaku, bukan melalui penyiksaan secara semena-mena oleh seniornya.

“Apa pun alasannya tindakan penyiksaan tidak boleh dilakukan oleh anggota Polri terhadap bawahannya, apalagi secara terbuka di lapangan yang bisa disaksikan semua orang,” imbuhnya.

Neta mendorong agar pelaku diberi sanksi tegas atas perbuatannya. Berupa proses hukum pidana atas kasus penganiayaan, maupun pemecatan dari institusi Polri.

“Sikap pelaku yang sadis dan bengis menjadi bukti nyata yang bersangkutan tidak pantas lagi menjadi anggota Polri dan institusi Polri harus segera memecatnya,” tambahnya.

Selain itu, Neta beranggapan sanksi tegas berupa pemecatan pun harus diberikan kepada Kapolres Padang Pariaman. Sebab, dia dinilai gagal membina bawahannya hingga terjadi penyiksaan di halaman kantor Polres yang bisa dilihat oleh publik.

“Pembiaran tindakan sadis ini menunjukkan bahwa Kapolres tidak punya wibawa dan tidak mampu membina bawahannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, aksi kekerasan menimpa 3 orang bintara di Polres Padang Pariaman. Mereka mendapat siksaan dari seniornya. Kejadian ini bahkan sempat terekam dalam sebuah video pendek.

Dalam tayangan itu terlihat 3 orang bintara berbaris dengan posisi berlutut di halaman Polres Padang Pariaman. Senior tersebut kemudian menganiaya mereka dengan ikat pinggang seragam polisinya. Terlihat pula tendangan diberikan kepada bintara tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, pelaku penganiayaan seorang perwira pertama berpangkat Inspektur Dua (Ipda) berinisial SDC. Dia tega menganiaya 3 juniornya karena korban telat mengikuti apel.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads