alexametrics

Jasriadi Pentolan Grup Saracen Dituntut 2 Tahun Penjara

26 Maret 2018, 20:52:03 WIB

JawaPos.com – ‎Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pekanbaru menuntut Jasriadi, 32, pentolan Grup Saracen selama dua tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Riau, Senin (26/3) sore.

Jaksa menganggap Jasriadi terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar hak akses pada media elektronik sesuai Pasal 46 ayat (1) Jo Pasal 30 ayat (1) Undang Undang (UU) RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 

Ia juga dijerat Pasal 48 ayat 2 juncto Pasal 32 ayat 2, Pasal 46 ayat 2 juncto Pasal 30 ayat 2, dan atau Pasal 46 ayat 1 juncto Pasal 30 ayat 1.

“Untuk itu agar majelis hakim dapat menjatuhkan hukuman pidana penjara selama dua tahun kepada terdakwa,” kata ‎Sukatmini di hadapan majelis hakim yang diketuai Asep Koswara di persidangan.

Menanggapi tuntutan yang disampaikan Jaksa, Jasriadi yang didampingi oleh kuasa hukumnya Dede Gunawan, menyatakan akan menyampaikan pledoi (pembelaan) pada sidang selanjutnya. 

‎Sebelumnya, di dalam dakwaan yang disampaikan oleh Jaksa, Jasriadi disebut telah mengedit foto Suarni dalam aplikasi photoshop dan mengubah nama dalam KTP Suarni pada 19 Maret 2017. Data yang diubah dibuat seolah-olah identik dengan milik Saracen.

Jasriadi juga dituduh melakukan akses ilegal terhadap akun Facebook Sri Rahayu Ningsih yang sudah disita Mabes Polri.  Ia mendapat mengubah password dan recovery email untuk akun tersebut pada tanggal 5 Agustus 2017.

Akun itu dikaitkan Jasriadi pada sejumlah orang. Beberapa status tersebut diubah, seperti ‘Adakah keadilan di negeri ini’, ‘Mati satu tumbuh seribu‘ dan memuat tiga gambar screenshot Ahok.

Semua perbuatan itu dilakukan Jasriadi  di rumah terdakwa di Jalan, Kasa, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru. Tujuan terdakwa mengakses akun Sri Rahayu Ningsih yakni untuk mengetahui informasi tentang penangkapan Sri oleh polisi.

Sebelumnya, banyak berita yang menyebutkan apbila Jasriadi memulihkan akun Sri Rahayu Ningsih untuk melakukan ujaran kebencian melalui media sosial. Tindakan itu dilakukannya karena dibayar untuk menjatuhi karakter seseorang.

Jasriadi ditangkap tim Mabes Polri di Jalan Kasah, Pekanbaru, 8 Agustus 2017. Sebelumnya, Mabes Polri juga menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam Grup Saracen.

Polisi juga menangkap admin Muhammad Abdullah Harsono yang  mengunggah berbagai konten ujaran kebencian dan bernuansa SARA di dalam akun Facebook Saracen. Ia terpantau mengubah grup Saracen menjadi NKRI Harga Mati.

Sementara Harsono, sudah divonis oleh majelis hakim selama 2 tahun 8 bulan. Hukuman yang dijatuhi terhadapnya dua tahun lebih ringan daripada tuntutan jaksa selama empat tahun.

Kelompok Saracen diketahui membuat sejumlah akun media sosial dan online. Akun-akun tersebut antara lain Saracen News, Saracen Cyber Team, dan Saracennews.com. Kelompok ini diduga menawarkan jasa menyebarkan ujaran kebencian terkait  Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (ica/JPC)



Close Ads
Jasriadi Pentolan Grup Saracen Dituntut 2 Tahun Penjara