alexametrics

Kasus Suap Eks Sekretaris MA, KPK Cari Buron di Kantor Pengacara

26 Februari 2020, 15:05:04 WIB

JawaPos.com – KPK melakukan penggeledahan lanjutan terkait kasus dugaan suap eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi kemarin (25/2). Penggeledahan dibarengi pencarian terhadap tiga tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) alias jadi buron.

Penggeledahan dilakukan di dua kota, Jakarta dan Surabaya. ”Ada rumah dan juga Kantor Hukum Rahmat Santoso & Partner di Surabaya. Sebelumnya penyidik juga melakukan upaya penggeledahan di Jakarta,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK tadi malam.

Berdasar penelusuran KPK, kantor hukum yang digeledah merupakan milik adik istri Nurhadi. Ali menyatakan, beberapa tempat lainnya juga didapatkan melalui petunjuk yang disampaikan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) beberapa waktu lalu. ”Kami memiliki keyakinan juga bahwa (kantor hukum, Red) ada hubungannya dengan penuntasan perkara ini,” terang Ali.

Di luar Nurhadi, tersangka lain adalah Rezky Herbiyono (menantu Nurhadi) dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto. KPK menduga ada tersangka yang bersembunyi di tempat tersebut.

Penggeledahan di Kantor Hukum Rahmat Santoso & Partner di Jalan Prambanan 5, Surabaya, dimulai sekitar pukul 15.00. Petugas berompi KPK yang datang dengan lima mobil menyisir satu per satu ruangan di kantor itu. Sembilan polisi bersenjata laras panjang dari Polda Jatim bersiaga di depan kantor.

Penggeledahan berlangsung hingga pukul 16.50. Petugas bergegas masuk mobil dengan membawa kotak yang sebagian isinya berupa berkas-berkas. Tidak ada yang berbicara. Sebagian di antara mereka menutupi wajah dengan masker. ”Cuma tanya-tanya pencarian DPO NH. Tidak ada berkas yang dibawa,” ujar Timbul, staf di kantor pengacara tersebut. ”Mantunya sama satu lagi direktur juga ikut dicari,” sambungnya.

Rahmat disebut tidak ada di kantor saat penggeledahan berlangsung. Saat dihubungi melalui telepon seluler yang kerap digunakan, terdengar nada tidak aktif. Timbul menyebutkan, Rahmat sejak pagi tidak berada di kantor karena ada pekerjaan. ”Pak Rahmat tidak ada di dalam. Saya tidak tahu ke mana,” ujarnya.

Timbul yang sudah lama bekerja di tempat Rahmat membantah kabar bahwa bosnya terkait kasus Nurhadi. ”Tidak ada hubungannya. Tidak berhubungan sama sekali. KPK cuma tanya-tanya soal tiga DPO. Kami tidak tahu,” cetusnya.

Menurut Ali Fikri, dalam penggeledahan itu penyidik mengamankan beberapa dokumen serta alat komunikasi. Tambahan alat bukti tersebut diduga berkaitan dengan keberadaan para tersangka saat ini.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : deb/gas/c9/fal



Close Ads