alexametrics
Terkait Akuisisi Blok BMG

Eks Dirut Keuangan Sebut BPK Pernah Audit Pertamina

26 Februari 2019, 10:00:16 WIB

JawaPos.com – Mantan Direktur Keuangan PT Pertamina, Ferederick Siahaan menyatakan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pernah mengaudit Pertamina terkait proses akuisisi Blok Basker Manta Gummy (BMG). Hal ini disampaikan saat Fredrick diperiksa sebagai terdakwa.

“Saat pemeriksaan saya sudah ingatkan ada dokumen BPK, audit tujuan tertentu tahun 2012 yang memeriksa seluruh ketentuan waktu dilakukan akuisisi BMG,” kata Fredrick kepada hakim di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (25/2).

Fredrick menjelaskan, dalam laporan BPK disebutkan Pertamina telah memenuhi seluruh ketentuan dalam proses akuisisi Blok BMG. Selain itu juga tidak disebutkan adanya kerugian negara.

“Di dalam BPK tidak dikatakan ada kerugian negara, jadi dia hanya bilang bahwa pertamina mengikuti kebijakan,” klaimnya.

Sementara itu di sisi lain, di dalam dakwaannya jaksa penuntut umum mengatakan, ada kerugian negara sebesar Rp 568,06 miliar dalam proses akuisisi Blok BMG. Angka ini diperoleh dari perhitungan kantor akuntan publik (AKP) Drs Soewarno.

Dugaan kerugian negara tersebut merupakan jumlah dari biaya akuisisi dan biaya teknis lainnya yang dikeluarkan PT Pertamina untuk mengakuisisi blok BMG.

Sebab, ternyata setelah diakuisisi jumlah minyak mentah yang dihasilkan blok BMG jauh di bawah perkiraan. Akhirnya produksi di blok BMG dihentikan pada tahun 2010. Hal ini dilakukan karena dirasa tidak ekonomis jika produksi diteruskan.

Atas hal ini, Fredrick selaku direktur keuangan Pertamina saat itu, bersama-sama dengan mantan direktur utama Pertamina Karen Agustiawan dan Manager Merger dan investasi Pertamina Bayu Kristanto didakwa telah memperkaya orang atau korporasi lain dan menyebabkan kerugian negara.

Atas perbuatannya, Fredrick didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Copy Editor :

Eks Dirut Keuangan Sebut BPK Pernah Audit Pertamina