alexametrics

BPK Digugat Konglomerat Sjamsul Nursalim, KPK: Kami Bela Penuh

26 Februari 2019, 15:12:11 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan akan membela Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang digugat pengusaha Sjamsul Nursalim terkait audit Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Menurut KPK, audit dari BPK itu sudah diuji di Pengadilan Tipikor.

“KPK tentu akan mendukung penuh BPK dan auditornya yang dijadikan tergugat dalam kasus ini,” tegas juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (26/2).

Febri menyatakan, hasil audit itulah yang digunakan KPK dalam proses penyidikan kasus korupsi terkait skandal BLBI dengan tersangka eks Ketua BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung. 

Bahkan, sambung Febri, hasil audit itu sudah diajukan dan diuji di persidangan hingga majelis hakim menyatakan Syafruddin bersalah.

“Secara substansi, hasil pemeriksaan BPK tersebut dan auditor BPK yang diajukan sebagai ahli di persidangan dengan terdakwa Syafruddin Arsyad Tumenggung sudah diuji di Pengadilan Tipikor hingga majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah,” jelas Febri.

Dia juga bicara soal ruang yang diberikan KPK kepada Sjamsul untuk datang memberi keterangan terkait skandal BLBI yang sedang diusut KPK. KPK, kata Febri, juga sudah berkoordinasi dengan BPK terkait gugatan ini.

“Terkait dengan upaya menghadapi gugatan tersebut, KPK sudah berkoordinasi dengan BPK dan akan melakukan upaya-upaya yang sah secara hukum untuk memberikan dukungan terhadap BPK. Kami akan hadapi hal ini,” tukas Febri.

Sjamsul sebelumnya menggugat BPK di PN Tangerang. Berdasarkan data di situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Tangerang, gugatan itu didaftarkan sejak Selasa (12/2) dengan nomor perkara 144/Pdt.G/2019/PN Tng. 

Pihak penggugat merupakan Sjamsul melalui kuasa hukumnya, Otto Hasibuan. Sedangkan tergugat disebutkan atas nama I Nyoman Wara, yang merupakan auditor BPK dan BPK. Nyoman merupakan salah satu saksi ahli yang dihadirkan KPK saat sidang Syafruddin.

Sekadar informasi, Sjamsul merupakan salah satu orang yang beberapa kali mangkir dari panggilan KPK berkaitan dengan kelanjutan kasus BLBI. Pemanggilan terhadap Sjamsul dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Sebab, terkait kasus BLBI terakhir, KPK baru menetapkan mantan Ketua BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional) Syafruddin Arsyad Temenggung sebagai tersangka. Syafruddin pun sudah divonis penjara selama 13 tahun, yang kemudian meningkat menjadi 15 tahun di tingkat banding.

Syafruddin dinilai bersalah melanggar hukum terkait skandal BLBI hingga merugikan negara Rp 4,5 triliun karena menguntungkan Sjamsul sebesar Rp 4,5 triliun. Majelis hakim meyakini perbuatan Syafruddin dilakukan bersama-sama dengan Sjamsul serta istrinya Itjih Nursalim dan Dorodjatun Kuntjoro Jakti.

Dalam pusaran perkara itu, Sjamsul disebut sebagai Pemegang Saham Pengendali Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) yang mendapat kucuran BLBI. Saat ini KPK tengah mengembangkan perkara itu dengan memanggil Sjamsul berkali-kali sebagai saksi tetapi kata KPK Sjamsul yang berada di Singapura tidak pernah merespons pemanggilan tersebut.

Editor : Kuswandi

Reporter : Intan Piliang

Copy Editor :

BPK Digugat Konglomerat  Sjamsul Nursalim, KPK: Kami Bela Penuh