JawaPos Radar

Penyuap Bupati Jombang Sebut Ada Aliran Dana ke DPRD

26/02/2018, 03:13 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Penyuap Bupati Jombang Sebut Ada Aliran Dana ke DPRD
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Inna Silestyowati saat ditanyai awak media perihal kasus yang membelitnya. (Intan Piliang/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Jombang Inna Silestyowati mengaku adanya aliran dana yang mengalir kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang. Hal itu dikatakan Inna usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (23/2).

Inna juga bilang bahwa di dalam ponsel selulernya ada rekaman pembicaraannya dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang.

"Aliran dana ke DPRD," ungkapnya singkat saat keluar gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Penyuap Bupati Jombang Sebut Ada Aliran Dana ke DPRD
Ilustrasi (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

Saat dikonfirmasi, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan bahwa kedatangan Inna untuk diperiksa saksi Gubernur Jombang Nyono karena jabatannya pada saat itu sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang. Hal yang dikonfirmasi ialah mengenai perizinian dan pengurusan penembatan jabatan di Pemkab Jombang.

"Diperiksa sebagai saksi untuk NSW TPK Suap Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang terkait perizinan dan pengurusan penempatan jabatan di Pemkab Jombang," jelas Febri Minggu (25/2).

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Jombang periode 2013-2018, Nyono Suharli Wihandoko dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Jombang, Inna Silestyowati sebagai tersangka.

Keduanya menjadi tersangka dugaan tindak pidana korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji terkait perizinan dan pengurusan pengisian jabatan di Pemerintahan Kabupaten Jombang.

Penetapan tersangka keduanya merupakan hasil lanjutan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK. Pada Sabtu (04/02) di tiga wilayah berbeda yakni Jombang, Surabaya dan Solo. Dalam operasi itu, KPK mengamankan lima orang lain yakni Oisatin, Kepala Puskemas Perak yang juga Bendahara Paguyuban Puskesmas Jombang; Didi Rijadi Kepala Paguyuban Puskemas Jombang; Munir ajudan Nyono; serta S dan A yang merupakan keluarga Inna.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up