alexametrics

2 Anggota KKSB Kembali ke NKRI, Begini Curhatannya

26 Januari 2019, 01:25:13 WIB

JawaPos.com – Dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Mathius Wenda menyerahkan diri. Mereka yakni LK dan AG yang menyatakan kesetiannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tak hanya itu, LK dan AG bersama keluarganya juga menyerahkan satu pucuk senjata laras panjang jenis M-16 beserta tujuh butir amunisi. Sejata itu diberikan kepada Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 328/DR di Pos Pam Perbatasan Skow-Wutung, Jayapura.

LK merasa bahwa janji-janjinya tidak dipenuhi oleh pimpinan KKB. Yakni terkait kemerdekaan, kesejahteraan, lapangan kerja, kesempatan sekolah atau pendidikan anak, serta kebutuhan sosial lainnya secara normal. Hal inilah yang menyebabkan ia bersilangan pendapat dengan pimpinannya dan memutuskan untuk kembali kepangkuan NKRI.

“Kami berjuang tetapi tidak ada hasil dan kami kesulitan, tinggal di hutan tanpa mendapatkan kesejahteraan yang dijanji-janjikan, sehingga kami berpikir kembali ke Indonesia dan membangun Indonesia,” ungkap LK di lokasi.

Menurutnya, janji-janji palsu yang selalu disampaikan pimpinannya ternyata semua sudah ada di Papua sebagai bagian dari NKRI. “Jadi buat apa kami tinggal di hutan hidup menderita dengan mimpi-mimpi yang tidak mungkin terwujud,” tutur LK.

Lebih lanjut, kata LK sebenarnya banyak anggota KKB pimpinan Mathius Wenda yang ingin juga kembali kepada NKRI. “Tetapi masih merasa takut,” imbuhnya.

Sementara itu, Danrem 172/PWY Kolonel Infanteri Jonathan Binsar Sianipar menjelaskan salah satu dari mereka yang menyerahkan diri memiliki jabatan tinggi langsung di bawah Mathius Wenda. Dia sempat ikut melakukan aksi penyerangan dan penyanderaan warga di wilayah RI-PNG pada 2014.

“Terpenting mereka mau kembali kepangkuan NKRI dan membangun Indonesia,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (26/1).

Ia berharap dengan kembalinya dua keluarga mantan anggota KKB ini dapat menjadi contoh untuk yang lain bergabung ke pangkuan NKRI dan bersama-bersama membangun Papua. Binsar berjanji akan membantu mengembalikan hak sipilnya namun tidak secara langsung, karena membutuhkan proses.

“Oleh karenanya perlu adanya pembinaan dari pihak yang terlibat dalam memberikan pembinaan kepada mereka,” sebutnya.

Yakni melalui pendekatan ‘Cinta Kasih’, dengan memberikan pelayanan ke masyarakat sehingga semua persoalan bisa diselesaikan. Serta, kepercayaan masyarakat kepada TNI khususnya dan NKRI secara umum, sehingga muncul kesadaran bahwa Papua sudah merdeka dalam bingkai NKRI.

“Terpenting mereka mau kembali, membangun komitmen untuk membangun Indonesia. Selama ini mereka mau kembali, tapi tidak ada yang fasilitasi,” tegas Binsar.

Wakil Wali Kota Jayapura Rustam Saru menyampaikan, pemerintah Jayapura telah berkomitmen untuk bekerja sama memberikan pembinaan serta menyiapkan lapangan kerja agar mereka dapat menghidupi keluarganya.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Desyinta Nuraini



Close Ads
2 Anggota KKSB Kembali ke NKRI, Begini Curhatannya