alexametrics

Anita Kolopaking Mengaku Kenal Djoko Tjandra Lewat Jaksa Pinangki

25 November 2020, 16:00:37 WIB

JawaPos.comAnita Kolopaking, mantan pengacara Djoko Tjandra mengakui mengenal Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra melalui Pinangki Sirna Malasari. Perkenalan dengan terpidana kasus hak tagih Bank Bali itu terjadi pada 19 November 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Waktu itu menurut terdakwa Pinangki, Pak Djoko membutuhkan lawyer. Saya dikenalkan Pinangki itu,” kata Anita saat bersaksi untuk terdakwa Pinangki di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (25/11).

Dalam pertemuan dengan Djoko Tjandra itu, Pinangki tidak memberi tahu maksud dan tujuannya. Malahan, Djoko Tjandra yang menjelaskan status dirinya yang masih menjadi daftar pencarian orang (DPO).

“Adapun apa maksudnya, saya ketemu saja sama Pak Djoko. Nanti baru tanya kepentingannya apa,” ujar Anita.

Anita tak memungkiri pertemuannya dengan Djoko Tjandra membahas status hukum terkait putusan eksekusi kasus hak tagih Bank Bali. Sebab, Djoko Tjandra divonis dua tahun dalam kasus tersebut.

Anita mengklaim tidak ada pembahasan lain dalam pertemuan itu. Dia hanya membahas status hukum yang dijerat Djoko Tjandra. “Saya pelajari, berkas dia di web. Saya katakan ‘ya memang permasalahan hukumnya ini’. Kalau saya lihat, PK-nya bahwa itu non=exustable,” urai Anita.

Setelah pertemuan tersebut, Anita sepakat untuk membantu Djoko Tjandra dalam kasus hak tagih Bank Bali. “Tapi paling inti, dia (Djoko Tjandra) bilang, ‘Anita, tolong bantu. Saya ingin hukum saya ditegakkan. Tolong, saya butuh kebenaran hukum. Saya ingin punya nama baik’. Itu inti dari pertemuan itu. Saya bilang ‘Siap Pak, kalau itu yang diinginkan mari sama-sama dilakukan,” tandas Anita.

Dalam perkara ini, Pinangki Sirna Malasari didakwa menerima uang senilai USD 500 ribu dari yang dijanjikan sebesar USD 1 juta oleh Djoko Tjandra. Dana itu untuk mengurus fatwa di Mahkamah Agung (MA). Supaya, Djoko Tjandra bisa lepas dari eksekusi pidana penjara kasus hak tagih Bank Bali.

Baca juga: Djoko Tjandra Bantah Berikan Uang Secara Langsung ke Jaksa Pinangki

Pinangki didakwa melanggar Pasal 5 ayat 2 jo. Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, Pinangki juga didakwa melanggar Pasal 3 Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Baca juga: Pegawai Garuda Sebut Pinangki Belikan Tiket Untuk Anita dan Andi

Untuk pemufakatan jahat, Pinangki didakwa melanggar Pasal 15 Jo Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Jo. Pasal 88 KUHP.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini: