alexametrics

Polri Janji Ungkap Peredaran Senjata Api Ilegal di Papua

25 Oktober 2020, 22:27:48 WIB

JawaPos.com–Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berjanji bakal mengungkap peredaran senjata api ilegal di Papua. Oknum anggota Polri dan mantan anggota TNI ditangkap karena terlibat dalam penyelundupan senjata api ilegal ke kelompok sipil bersenjata di Papua.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, proses penyelidikan terkait kasus tersebut masih berlangsung. Polri mendalami siapa otak dari penyelundupan senjata api ilegal itu ke kelompok bersenjata.

”Proses penyelidikan saat ini masih berlangsung, termasuk untuk mengetahui siapa yang mengendalikannya dan siapa yang menerimanya,” ujar Awi Setiyono seperti dilansir dari Antara di Jakarta, Minggu (25/10).

Dia mengatakan, sesuai perintah Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, Polri akan menindak siapa pun yang terlibat dalam peredaran senjata api ilegal di Papua, termasuk anggota TNI-Polri.

”Prinsipnya sesuai perintah Bapak Kapolri bahwa Polri akan menindak tegas. Siapa pun tanpa pandang bulu akan diproses secara hukum,” ujar Awi.

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw mengungkap terdapat peredaran jual beli senjata api ilegal yang melibatkan oknum anggota Polri Bripka JH. Pelaku ditangkap di Nabire dengan barang bukti dua pucuk senapan serbu jenis M-16 dan M4. Selain JH, polisi juga menangkap dua warga sipil yang salah satunya adalah mantan anggota TNI.

”Anggota Brimob Bripka JH, mantan anggota TNI, dan satu warga sipil ditahan di Rutan Brimob Polda Papua menunggu proses hukum yang masih dalam tahap penyelidikan,” ujar Paulus Waterpauw.

Dia menjelaskan, terungkapnya kasus itu setelah tim gabungan TNI-Polri melakukan penyelidikan terkait maraknya aksi penembakan yang dilakukan KKB di beberapa lokasi di Papua. ”Kami sempat kesulitan mengungkapnya karena cukup rapi. Senpi yang dijual dipasok melalui udara dengan dokumen resmi,” jelas Waterpauw.

Dia menambahkan, dari pengakuan warga yang menjadi perantara, kegiatan jual beli senpi sudah dilakukan enam kali. Ketika ditanya senpi tersebut dijual kemana, Kapolda Papua mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara senpi tersebut dijual kepada KKB yang beroperasi di Intan Jaya. ”Penyelidikan masih berlangsung kalau sudah lengkap akan disampaikan,” kata Waterpauw.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads