alexametrics

Jadi Pasien KPK, Begini Sepak Terjang Bupati Cirebon Sanjaya

25 Oktober 2018, 14:43:52 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Cirebon berinisial SP, Rabu (24/10) kemarin. Dia diamankan karena kedapatan menerima dugaan suap terkait jual beli jabatan dan sejumlah penerimaan lain dari pengusaha.

Lalu bagaimana dengan serpak terjangnya hingga bisa menjabat sebagai bupati?

SP ialah seorang purnawirawan TNI. SP pensiun sebagai anggota TNI pada 2012 dan memilih berpolitik. Dia menjatuhkan pilihannya untuk bergabung ke PDI Perjuangan.

Kancah politik SP begitu cermerlang. Dia merupakan petahana Bupati Cirebon yang terpilih pada Pilbup Cirebon 2018 berpasangan dengan Imron Rosyadi.

Saat Pilbup Cirebon, SP yang merupakan kader PDIP ini mengalahkan tiga pesaingnya. SP-Imron meraih 319.630 suara berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara Pilbup Cirebon yang dilakukan KPU Kabupaten Cirebon pada Juli 2018. Namun, disaat masih menunggu pelantikan sebagai Bupati Cirebon periode 2019-2024 pada 2019 nanti, dia diamankan lembaga antirasuah.

Sebelumnya, pada Pilbup Cirebon 2014-2019 SP, dia memenangkan kontes politik tersebut. Kala itu, SP berpasangan dengan Tasiya Soemadi Gotas. Tapi di pertengahan masa kepemimpinan mereka, Wakil Bupati Cirebon Gotas, terjerat kasus korupsi dana bantuan sosial pada 2009-2012.

Gotas ditangkap tim Kejagung dan Kejari Cirebon pada April lalu berdasarkan hasil putusan Mahkamah Agung (MA) pada 17 September 2016.

Berdasarkan informasi yang dihimpun JawaPos.com, dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, SP diduga kerap memanfaatkan jabatannya sebagai bupati dengan cara melakukan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Hal ini dilakukan dengan cara memasukkan keluarganya menjadi abdi negara.” Keluarganya dijadikan PNS semuanya setelah dia jadi bupati,” kata sumber tersebut.

Selain itu, kecurangan lainya yakni, SP kerap menyamarkan berbagai aset yang dimilikinya.” Banyak yang dinamakan atas nama saudaranya,” terangnya.

Tercatat, banyak asetnya tersebar di beberapa titik, dari Cirebon hingga Ibu Kota Jakarta.” Di Jakarta punya 5 apartemen, rumah dan aset lain,” kata sumber. Aset tersebut imbuh sumber, belum termasuk yang berada di berbagai kota lainnya.

Sebelumnya, Tim Satgas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Cirebon, Jabar. Dalam operasi senyap tersebut, tim berhasil mengamankan sebanyak tujuh orang termasuk Bupati Cirebom, SP.

“Diamankan 7 orang,” terang Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, saat dikonfirmasi JawaPos.com. Senada dengan Basaria, Ketua KPK Agus Raharjo, juga membenarkan adanya OTT yang dilakukan tim nya. “Benar hari ini ada giat di Cirebon. Masih dilakukan pendalaman,” kata Agus Ketika dikonfirmasi JawaPos.com.

Editor : Kuswandi

Reporter : (ipp/JPC)



Close Ads
Jadi Pasien KPK, Begini Sepak Terjang Bupati Cirebon Sanjaya