JawaPos Radar | Iklan Jitu

Bupati Cirebon Di-OTT, Ketua MPR Makin Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

25 Oktober 2018, 13:00:59 WIB | Editor: Estu Suryowati
Bupati Cirebon Di-OTT, Ketua MPR Makin Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN
Situasi gerbang Rumah Dinas Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra tampak tertutup, Rabu (24/10) malam. Kediaman Sunjaya dijaga ketat petugas Satpol PP. (Dian Arif Setiawan/Radar Cirebon/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kepala daerah maupun para pejabat negara seolah tiada henti terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK). Setelah pekan lalu Bupati Bekasi, kini Bupati Cirebon kena OTT atas dugaan korupsi jual beli jabatan.

Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengatakan, rentetan penangkapan oleh lembaga anti rasuah menjadi bukti bahwa sistem politik Indonesia harus dievaluasi. Salah satu caranya dengan membiayai dana saksi dari APBN.

Zulhas, sapaan akrabnya, menilai pembiayaan dana saksi yang digelontorkan oleh negara dapat menekan praktik korupsi. Sebab dia menilai, biaya politik untuk saksi Indonesia sangat mahal.

"Kalau mau jadi gubernur mesti bayar (dana saksi) kan? Dari mana duitnya? Termasuk Presiden lah berapa gajinya. Mengggalang dana kampanye segini gede gimana coba?" kata Zulhas di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (25/10).

Kendati begitu, Zulhas mengaku tetap mendukung penegakan hukum yang tengah dijalankan oleh KPK. Namun, kata dia, sistem pembiayaan politik juga harus lebih jelas diatur oleh negara.

"Kalau saya pernah lihat ya, buka itu google, di Amerika Latin itu semua (dana politik) dibiayai negaranya," jelasnya.

Sebelumnya, usai menggelar OTT di wilayah Bekasi pada pekan lalu, hari ini, Tim Satgas Penindakan KPK dikabarkan kembali melakukan operasi senyap di wilayah Jawa Barat. Dalam operasi tersebut, tim dikabarkan mengamankan seorang kepala daerah.

"Bupati Cirebon yang di-OTT," kata sumber JawaPos.com ketika dikonfirmasi Rabu (24/10) malam.

Selain menciduk kepala daerah, menurut sumber tersebut, tim juga mengamankan sejumlah pihak lain yang dinilai terlibat dan mengetahui ihwal adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam bentuk suap menyuap yang dilakukan sang kepala daerah. Mereka di antaranya para pihak penyuap dan sejumlah saksi yang melihat adanya kejadian pemberian duit rasuah.

Hingga saat ini belum diketahui, terkait kasus apa sejumlah pihak tersebut diamankan. Termasuk, apa saja barang bukti yang telah diamankan tim lembaga antiarasuah yang digawangi Agus Raharjo cs tersebut.

Terpisah, ketika dikonfirmasi perihal adanya kegiatan penindakan lagi yang dilakukan pihaknya, Ketua KPK Agus Raharjo membenarkan. "Benar hari ini ada giat di Cirebon. Masih dilakukan pendalaman. Besok (hari ini) dijelaskan dalam konpers," kata Agus Ketika dikonfirmasi JawaPos.com, kemarin.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up