JawaPos Radar | Iklan Jitu

Bupati Tulungagung Tersangka Korupsi Dilantik, KPK: Kasus Jalan Terus

25 September 2018, 13:29:55 WIB | Editor: Estu Suryowati
Bupati Tulungagung Tersangka Korupsi Dilantik, KPK: Kasus Jalan Terus
Syahri Mulyo dan Maryoto Birowo dilantik sebagai Kepala Daerah Kabupaten Tulungagung, Selasa (25/9) (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa (25/9) siang ini tetap melangsungkan pelantikan terhadap Bupati Tulungagung terpilih hasil Pilkada Serentak 2018, Syahri Mulyo, meski yang bersangkutan berstatus tersangka kasus korupsi. Syahri Mulyo sebagaimana diketahui tersandung kasus suap proyek infrastruktur peningkatan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, sesuai dengan perintah undang-undang, lembaga antirasuah mengawal pelantikan tersangka Syahri, dengan mempertimbangkan faktor efisiensi (biaya), faktor efektivitas (jarak dan waktu), serta faktor keamanan (tenaga pengamanan). Oleh karena itu, Kepolisian pun turut mendampingi saat pelantikan berlangsung.

Pelantikan Syahri sendiri dilaksanakan di kantor Kemendagri. Petugas rutan KPK membawa yang bersangkutan ke lokasi pelantikan. Setelah itu, Syahri akan dikembalikan ke rutan.

"Pelantikan tersangka SM sebagai bupati Tulungagung dilakukan di Jakarta. KPK membawa SM dengan pengawalan oleh pihak keamanan rutan dan berkoordinasi dengan Polri," kata Febri.

Ketentuan kepala daerah terpilih yang menyandang status tersangka tetap dilantik ini merujuk Pasal 164 Ayat (6) Undang-undang Pilkada Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. "Dalam hal calon Bupati/Walikota dan/atau calon Wakil Bupati/Wakil Walikota terpilih ditetapkan menjadi tersangka, yang bersangkutan tetap dilantik menjadi Bupati/Walikota dan/atau Wakil Bupati/Wakil Walikota," imbuhnya.

Namun demikian, lanjut Febri, penyidikan terhadap Syahri terus dilakukan oleh KPK. Hingga detik ini ada 86 orang saksi yang sudah menjalani proses pemeriksaan.

Sebelumnya, Syahri Mulyo ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dari kontraktor Susilo Prabowo. KPK menduga Syahri menerima suap sebanyak tiga kali sebagai fee proyek-proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan di Dinas PUPR Pemkab Tulungagung.

Total penerimaan Syahri mencapai Rp 2,5 miliar. Suap itu melibatkan Kadis PUPR Pemkab Tulungagung Sutrisno dan Agung Prayitno dari swasta sebagai penyuap.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up