JawaPos Radar

Polisi Ditembak di Tol Kanci

IPW: Biar Tidak Mati Konyol, Polri Butuh Alat Deteksi Senjata

25/08/2018, 17:15 WIB | Editor: Bintang Pradewo
IPW: Biar Tidak Mati Konyol, Polri Butuh Alat Deteksi Senjata
DIJAGA KETAT: Pintu masuk IGD RS Mitra Plumbon Cirebon dijaga ketat anggota kepolisian bersenjata lengkap, Sabtu (25/8) dini hari. (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Penembakan terhadap dua polisi yang patroli di jalan tol mengundang perhatian sejumlah pihak. Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane menilai aksi itu sebagai modus kejahatan baru.

"Kasus penembakan terhadap dua polisi di Tol Kanci di Cirebon, Jabar, adalah modus kejahatan baru yang sangat sadis," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (25/8).

Untuk itu dia berpendapat, Polri perlu mengantisipasi modus kejahatan ini agar tidak berulang dan membuat anggota kepolisian menjadi "mati konyol" saat bertugas. "Sudah saatnya Polri melengkapi mobil patrolinya dengan alat deteksi senjata jarak jauh atau dalam radius tertentu," saran Neta.

Sehingga, lanjut dia, saat menemukan pihak-pihak yang mencurigakan, sebelum melakukan pemeriksaan atau penggeledahan, petugas patroli sudah mengetahui, apakah orang yang dicurigai itu memiliki senjata atau tidak.

"Dengan demikian petugas kepolisian bisa lebih prepare dalam menghadapi situasi dan tidak mati konyol dalam menghadapi penjahat-penjahat yang nekat," pungkas Neta.

Sebelumnya, Aiptu Dodon dan Aiptu Widi, polisi Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat ditembak orang tidak dikenal saat melakukan patroli. Tepatnya di KM 224 Tol Cipali, Jumat (24/8) sekitar pukul 21.30 WIB.

Kejadian ini bermula ketika Aiptu Dodon dan Aiptu Widi yang tengah patroli melihat tiga orang pemuda duduk di pinggir tol pada KM 224. Mereka lantas menghampiri ketiganya.

"Aiptu Widi menanyakan tujuan tiga orang duduk di pinggir tol tanpa menjawab pertanyaan, salah satu dari tiga orang tersebut langsung menembak Aiptu Widi dan sempat dibalas oleh Aiptu Dodon," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto.

Sempat terjadi aksi saling tembak, ketiganya langsung melarikan diri ke pinggir tol. Dari kejadian ini, ada serpihan peluru yabg bersarang di dada dan rahang Aiptu Dodon.

Sementara, serpihan peluru masih bersarang di tangan Aiptu Widi. "Saat ini korban sedang dirawat di RS Mitra Plumbon Cirebon. Kedua anggota dalam keadaan stabil," kata jenderal bintang dua itu.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up