alexametrics

KPK Tunggu Vonis Hakim untuk Jerat Menag Lukman

25 Juli 2019, 15:45:25 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). KPK menyatakan, akan mendalami dugaan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin terkait kasus tersebut.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, lembaga antirasuah terus memantau fakta persidangan terkait terdakwa Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin. KPK masih menunggu vonis dua terdakwa tersebut.

“Tunggu perkembangan di fakta persidangan, karena di persidangan sudah sampai di tahap tuntutan. Juga nanti ada tahapan pledoi, kemudian ada putusan ya,” kata Febri saat dikonfirmasi, Kamis (25/7).

Febri meyakini, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor akan mempertimbangkan sejumlah fakta persidangan, misalnya soal pemberian suap kepada Lukman Hakim Saifuddin. Kemudian fakta mengenai peran Lukman Hakim dalam seleksi jabatan di Kemenag.

“Pertimbangan hakim juga kami lihat di sidang. Itu pasti kami cermati dan salah satu tujuan untuk mencermati fakta sidang agar rumusan tuntutannya menjadi lebih komplet. Dan, tuntutan kemarin sudah kami bacakan bahwa nanti ada pengembangan atau menelisik lebih jauh peran dari pihak lain,” jelas Febri.

Dalam persidangan pada Rabu (10/7) lalu, Muafaq mengaku memberikan uang Rp 50 juta kepada staf khusus Lukman Hakim Syaifuddin, Gugus Joko Waskito. Uang itu diberikan agar Gugus memberikan perhatiannya untuk menduduki posisi Kakanwil Kemenag Gresik.

Selain itu, dalam tuntutan terdakwa Haris dan Muafaq terungkap peran Lukman dalam skandal kasus jual beli jabatan. Bahkan tim KPK juga telah menyita sejumlah uang dalam jumlah besar dari laci meja kerja Lukman.

Namun sampai saat ini, Lukman masih berstatus saksi. Sementara mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy berkas penyidikannya masih tahap penyelesaian.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads