alexametrics

BNN Ungkap Penyimpanan Sabu-Sabu dalam Drum Terkubur di Pelataran

25 Maret 2020, 15:14:55 WIB

JawaPos.com – Masa sulit persebaran Covid-19 tidak membuat bandar narkoba berhenti beroperasi. Badan Narkotika Nasional (BNN) merilis pengungkapan lima orang yang tergabung dalam dua sindikat sabu-sabu kelas kakap dengan barang bukti (BB) seberat 44 kg kemarin (24/3). Sebagian barang haram kristal putih itu ditemukan petugas dalam sebuah drum yang dikubur di pelataran rumah salah seorang bandar.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari menyatakan, pihaknya menggulung dua sindikat tersebut dalam dua operasi di dua provinsi: Sumatera Utara dan Aceh. ’’Dua orang kami bekuk di Aceh dan tiga sisanya di Sumatera Utara,’’ terangnya.

Pengungkapan kasus itu bermula dari penghentian sebuah mobil yang melaju dari Tanjungbalai ke Medan. ’’Kami sebelumnya mendapat informasi A-1,’’ ujar jenderal polisi dengan dua bintang di pundak tersebut. Dalam penggeledahan, petugas menemukan 20 kg sabu-sabu.

Syamsul, nama sopir yang ditangkap itu, kemudian ’’bernyanyi’’ di hadapan penyidik. Dia menyebut nama dua rekannya, yakni Asan dan Yani. ’’Dua nama itu adalah bandar yang memesan 20 kg sabu-sabu,’’ katanya.

Dalam waktu yang hampir simultan, tim lain BNN menangkap dua bandar di Aceh. Dua bandar tersebut bernama Mahyudi dan Syahril. ’’Mereka kami tangkap siang tadi (kemarin siang, Red),’’ jelasnya. Dari penangkapan itu, petugas menemukan 12 kg sabu-sabu.

Tidak puas, petugas kemudian mengeler Mahyudi dan Syahril ke rumahnya di kawasan Rubek Barat, Aceh Utara. Saat kali pertama melakukan penggeledahan, petugas sama sekali tidak menemukan apa-apa. ’’Namun, tim kami tidak menyerah. Mereka melihat ada sesuatu yang mencurigakan seperti bekas galian yang tidak rapi, lalu menggali,’’ paparnya.

Hasilnya, di dalam tanah pelataran rumah, tertanam sebuah drum biru. Setelah drum itu dibuka, petugas kembali menemukan 12 kg sabu-sabu. Jadi, total barang bukti yang disita dari dua sindikat tersebut adalah 44 kg. Sebanyak 20 gram dan tiga tersangka berasal dari sindikat Sumatera Utara, sementara dua orang dan 24 kg sabu-sabu dari sindikat Aceh.

Arman menuturkan, pihaknya curiga dua sindikat itu dikendalikan satu jaringan internasional yang sama. ’’Masih ada sejumlah nama yang kami buru,’’ tegasnya. Arman menambahkan bahwa diduga sabu-sabu tersebut merupakan produk Tiongkok yang diedarkan via Malaysia.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : idr/c14/ayi



Close Ads