alexametrics

Usai Perkara Eni Rampung, Giliran Samin Tan Penyuapnya Digarap KPK

25 Maret 2019, 11:45:51 WIB

JawaPos.com – Tersangka perkara suap pada mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Eni Maulani Saragih, Samin Tan, dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Samin merupakan pengusaha yang diduga menyuap Eni untuk kepentingan perusahaannya.

“SMT (Samin Tan) dipanggil sebagai tersangka,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Senin (25/3).

Samin Tan sebelumnya telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). 

Kendati telah menyandang status tersangka, namun salah satu orang terkaya di Indonesia itu belum ditahan dan secara perdana akan menjalani pemeriksaan oleh lembaga antirasuah ini.

“Kami ingin hadir dan memberikan keterangan yang dibutuhkan penyidik,” tuturnya.

Untuk diketahui, Samin merupakan pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal. Dia ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga memberi suap senilai Rp 5 miliar kepada Eni Saragih.

Suap itu, menurut KPK, diduga diberikan agar Eni membantu anak perusahaan Samin, yaitu PT AKT (Asmin Koalindo Tuhup) yang sedang bermasalah.

Permasalahan itu terkait perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) generasi 3 di Kalimantan Tengah antara PT AKT dan Kementerian ESDM.

Sebagai informasi, PKP2B PT AKT itu sebelumnya dihentikan oleh Kementerian ESDM. Penghentian itu dilakukan lewat Surat Keputusan Menteri ESDM karena PT AKT dianggap telah melakukan pelanggaran kontrak berat.

“Eni sebagai anggota DPR di Komisi Energi menyanggupi permintaan bantuan SMT dan berupaya mempengaruhi pihak Kementerian ESDM, termasuk menggunakan forum RDP dengan Kementerian ESDM, di mana posisi Eni adalah sebagai anggota Panja Minerba di Komisi VII DPR,” ungkap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Jumat (15/2).

Terkait kasus ini, Samin Tan disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editor : Kuswandi

Reporter : Intan Piliang

Copy Editor :

Usai Perkara Eni Rampung, Giliran Samin Tan Penyuapnya Digarap KPK