alexametrics

Rommy Sulit Jadi Justice Collaborator

25 Maret 2019, 11:15:14 WIB

JawaPos.com – Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy sepertinya sulit mendapat status justice collaborator. Sebab, hingga pemeriksaan pekan lalu di KPK, Rommy belum mengakui perbuatannya. Yakni, menerima suap dari kepala Kanwil Kemenag Jatim dan kepala Kantor Kemenag Gresik.

Saat pemeriksaan perdana, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan hak-hak tersangka. Salah satunya menjadi justice collaborator (JC). “Saya kira ini standar untuk seluruh penanganan perkara,” terang Febri kemarin.

Namun, KPK tidak mudah mengabulkan permohonan JC para tersangka. Apalagi, tersangka yang tidak mau mengakui perbuatannya.

Rommy Sulit Jadi Justice Collaborator
Romahurmuziy bersama Presiden Jokowi jauh sebelum ditangkap KPK dalam OTT beberapa waktu lalu. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Sebab, sikap semacam itu malah menghambat pengusutan perkara korupsi. Sama halnya dengan Rommy yang belum mau mengakui perbuatannya. Karena itu, tampaknya, dia sulit mendapat JC. “Kami pastikan kalau pengajuan JC seperti itu (tidak mengakui perbuatan, Red) akan ditolak,” tegasnya.

KPK tetap memandang informasi yang disampaikan para tersangka harus masuk berita acara pemeriksaan (BAP). Dengan demikian, penyidik yang menangani dapat menindaklanjutinya.

Sementara itu, “nyanyian” Rommy setelah diperiksa penyidik KPK beberapa waktu lalu masih mengambang. Pakar hukum pidana Universitas Al-Azhar Suparji Ahmad menilai, pernyataan tersebut tidak disertai alat bukti. Bahkan, pernyataan tersebut juga telah dibantah pihak-pihak yang disebut. Baik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa maupun pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim.

Suparji menyebut “nyanyian” Rommy bisa saja dipersepsikan sebagai pernyataan yang mengada-ada. “Apalagi, hal tersebut bukan kali ini terjadi,” katanya.

Suparji mencontohkan mantan Bendahara Umum (Bendum) Partai Demokrat M. Nazaruddin yang pernah melakukan hal sama ketika menjadi tersangka KPK beberapa tahun lalu. Kala itu Nazar—sapaan akrab Nazaruddin—memaparkan keterlibatan sejumlah politikus kakap dalam kasusnya.

Selain Nazar, politikus PDI Perjuangan Damayanti Wisnu Putranti pernah “bernyanyi” terkait kasus suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kala itu Damayanti yang kini berstatus terpidana korupsi serta ditahan di Lapas Wanita dan Anak Kelas II-B Tangerang menyeret rekan-rekannya di Komisi V DPR. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (tyo/c10/git)

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Rommy Sulit Jadi Justice Collaborator