alexametrics

Pertahanan Terakhir ISIS Runtuh, Densus 88 Tetap Waspada

25 Maret 2019, 11:55:27 WIB

JawaPos.com – Pasukan Demokrat Suriah (SDF) berhasil merebut wilayah pertahanan terakhir ISIS di Baghouz, Suriah, pada akhir pekan lalu. Dengan begitu, kekuasan kelompok teroris tersebut di tanah Irak dan Suriah telah berakhir.

Kendati demikian, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap waspada terhadap pergerakan sel-sel maupun pendukungnya di Indonesia. “Polri tetap waspada terhadap sleeping cell yang berafiliasi ke ISIS,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo melalui pesan singkat, Senin (25/3).

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror tidak akan berhenti memburu mereka. Monitoring terhadap kelompok dan jaringan yang sudah di-profiling masih dilakukan. “Serta melaksanakan upaya mitigasi dengan melaksakan preventif strike guna mengantisipasi aksi terorisme secara lone wolf,” sebut Dedi.

Diketahui, pasukan Demokratik Suriah, yang dipelopori milisi-milisi Kurdi, mengumumkan ISIS telah dikalahkan dari wilayah terakhirnya di Baghouz, Suriah, pada akhir pekan lalu.

Adapun kelompok jihadis itu pernah menguasai 88.000 km persegi (34.000 mil) tanah yang membentang di Suriah dan Irak. Meskipun kehilangan wilayah teritori, ISIS masih dipandang sebagai ancaman keamanan utama yang mampu meningkatkan serangan di wilayah tersebut dan di seluruh dunia.

Para pejabat AS percaya bahwa ISIS mungkin memiliki 15.000 hingga 20.000 pendukung bersenjata yang aktif di wilayah tersebut. Diperkirakan sel-sel tidur mereka akan kembali memberontak untuk membangun kembali kekhalifahannya.

Terlebih, ketika kekalahannya di Baghuz sudah dekat, ISIS merilis rekaman audio dari juru bicaranya Abu Hassan al-Muhajir yang menyatakan bahwa kekhalifahan belum selesai.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Desyinta Nuraini


Close Ads
Pertahanan Terakhir ISIS Runtuh, Densus 88 Tetap Waspada