alexametrics

Kiai Asep Sebut Haris Hasanuddin Pernah Jadi Muridnya 3 Tahun

25 Maret 2019, 16:13:11 WIB

JawaPos.com – Kiai Asep Saifudin Chalim rampung menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Usai diperiksa, dia mengaku dicecar perihal dugaan jual-beli jabatan yang dilakukan Romahurmuziy alias Rommy. Asep menegaskan sama sekali tidak mengetahui mengenai kasus yang membelit Rommy.

“Memang ada pertanyaan apa saya ikut mengetahui semuanya, (saya jawab) enggak, saya eggak tahu,” kata Kiai Asep usai menjalani pemeriksaan di KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (25/3).

Selain itu, Kiai Asep mengaku tidak mengenal para tersangka dalam perkara itu, kecuali seseorang atas nama Haris Hasanuddin. Haris merupakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil) di Jawa Timur yang juga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

“Pernah kira-kira 25 tahun lalu jadi murid saya selama kurang lebih 3 tahun. Tiap pagi mengaji di tempat saya. Saat itu saya kenal ketika mengaji,” ungkap Kiai Asep.

Setelah mengaji di tempatnya selama beberapa tahun itu, kata Asep dirinya sama sekali tidak berkomunikasi dengan Haris. “Saya enggak pernah komunikasi,” tegasnya.

Dalam pusaran perkara ini, Rommy diduga KPK menerima suap dari Haris karena membantunya mendapatkan jabatan sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.

Rommy kemudian membela diri bila dirinya hanya meneruskan aspirasi serta mendapat rekomendasi Kiai Asep sebagai salah satu tokoh yang merekomendasikan Haris. Namun Kiai Asep kembali menepisnya.

“Jelas kalau saya merekomendasi itu salah betul, saya enggak tahu (jual beli jabatan). Saya kiai yang tekun selalu mengajari pesantren saya,”sebutnya.

Selain Kiai Asep, Rommy turut menyebut nama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang juga memberikan rekomendasi. Namun Khofifah juga membantahnya.

“Rek, wajahku iki mosok onok wajah suap, wajah disuap, ya nggak. Artinya yang punya ilmu terawang, kayaknya Anda bisa terawang saya,” tukas Khofifah beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, Rommy dan Haris telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Selain keduanya, KPK juga menetapkan Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi sebagai tersangka. Muafaq juga disangka memberi suap ke Rommy untuk urusan jual-beli jabatan.

Namun, KPK menduga ada pihak lain di Kemenag dalam kasus ini. Sebab, menurut KPK, Rommy tidak memiliki wewenang untuk pengisian jabatan di Kemenag.

Editor : Kuswandi

Reporter : Intan Piliang



Close Ads
Kiai Asep Sebut Haris Hasanuddin Pernah Jadi Muridnya 3 Tahun