alexametrics

Dirut Krakatau Steel: Proyek yang Disangkakan Itu Belum Tercatat

25 Maret 2019, 18:51:40 WIB

JawaPos.com – PT Krakatau Steel (KS) buka suara soal kasus yang ditangani KPK. Mereka mengklaim, proyek yang dituduhkan KPK, yakni pengadaan kontainer dan boiler, tidak masuk program kerja tahun ini. Padahal, KPK menyebut dua kegiatan itu sudah disepakati dan berlangsung saat ini.

Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim menyatakan, pihaknya telah melakukan penelusuran internal terkait proyek tersebut. Hasilnya, proyek senilai Rp 24 miliar yang menjadi objek suap serta menyeret Direktur Teknologi dan Produksi Wisnu Kuncoro itu tidak ada. “Proyek yang disangkakan itu belum tercatat di dalam rencana kerja Krakatau Steel di 2019,” ujarnya kemarin (24/3).

Silmy juga menyikapi kekosongan posisi direktur teknologi dan produksi saat ini. Dirinya yang akan mengambil alih secara langsung hal-hal strategis menyangkut posisi itu. Sedangkan kursi Wisnu Kuncoro akan diisi Direktur Human Capital Krakatau Steel Rahmat Hidayat sebagai pelaksana tugas (Plt).

Rahmat Hidayat sejatinya menggantikan posisi Wisnu sejak seminggu lalu. Sebab, saat itu Wisnu sedang cuti. Namun, Wisnu harus mengakhiri masa cutinya setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Lebih lanjut, Silmy mengatakan, status Wisnu sudah dinonaktifkan dari jabatannya. Hanya, keputusan resmi berada ditangan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Sedangkan penggantian direksi yang sifatnya permanen harus melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Sementara itu, penggantian jabatan yang tidak terjadwal bisa diagendakan melalui RUPS luar biasa. “Kami masih berkonsultasi dengan Deputi dan Ibu Menteri terkait langkah selanjutnya dan penggantian,” terangnya.

Silmy menegaskan, kasus dugaan suap yang ditangani KPK tidak akan mengganggu kinerja perusahaannya. Menurut dia, hal yang bisa memengaruhi bisnis PT KS murni kondisi pasar dan ekonomi.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menegaskan bahwa pengadaan yang menjadi objek suap memang belum dikerjakan. Namun, dia menyebut proyek itu ada serta berkaitan dengan pengadaan untuk kontainer dan boiler. “Proyeknya belum jalan. Tapi, antara (lain) untuk peralatan seperti kontainer dan boiler,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Saut menyatakan, pengadaan peralatan yang diklaim Krakatau Steel tidak masuk dalam program kerja 2019 itu masih akan didalami. Salah satunya yang berkaitan dengan tahapan pengadaan. “Tentunya proses pengadaan pasti ada tahapannya kan?” imbuh komisioner penggemar saksofon itu. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (nis/tyo/c17/oni)

Dirut Krakatau Steel: Proyek yang Disangkakan Itu Belum Tercatat