alexametrics

Bupati Langkat Diduga Terima Fee dari Pengaturan Proyek

25 Januari 2022, 09:14:50 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin menerima fee dari pengaturan berbagai proyek di wilayahnya. Hal ini didalami tim penyidik KPK kepada tiga tersangka yang diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Mereka yang diperiksa di antaranya, Iskandar PA, Marcos Surya Abdi dan Isfi Syahfitra. Mereka masing-masing diperiksa dalam statusnya sebagai saksi.

“Tim penyidik mengkonfirmasinya ketiganya, terkait dengan dugaan pengaturan berbagai proyek di Pemkab Langkat dengan adanya penyetoran sejumlah uang berupa fee untuk kemudian diserahkan pada tersangka TRP,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (25/1).

Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin telah menyandang status tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa tahun 2020-2022. KPK menduga, Terbit Rencana Perangin Angin mematok fee 15 persen dari nilai proyek paket pekerjaan pada Dinas PUPR senilai Rp 4,3 miliar.

Terbit Rencana ditetapkan sebagai salah satu penerima suap bersama empat orang lainnya yakni, Iskandar PA (Kepala Desa Balai Kasih) yang juga saudara kandung Bupati, Marcos Suryadi Abdi(swasta/kontraktor), Shuhandra Citra (swasta/kontraktor), dan Isfi Syafitri (swasta/kontraktor). Serta seorang tersangka lagi sebagai pemberi suap, Muara Perangin Angin (swasta/kontraktor).

Tersangka Muara Perangin Angin selaku pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads