JawaPos Radar | Iklan Jitu

Haris Azhar Nilai Jokowi Tak Mendidik Beri Remisi ke Pembunuh Wartawan

25 Januari 2019, 16:51:28 WIB
Haris Azhar Nilai Jokowi Tak Mendidik Beri Remisi ke Pembunuh Wartawan
I Nyoman Susrama, terpidana pembunuh wartawan Jawa Pos Radar Bali ( Jawa Pos Radar Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa) yang mendapat remisi dari presiden. Keputusan ini dianggap mencederai kebebasan pers. (JAWA POS PHOTO)
Share this

JawaPos.com - Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar menilai, pemberian remisi terhadap I Nyoman Susrama pelaku pembunuhan wartawan Radar Bali (Jawa Pos Group) AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, tidak mendidik. Dia menyebut, remisi tersebut hanya berdasar pada kekuasaan.

"Buat saya, ini semua tidak mendidik. Hanya menunjukkan kekuasaan semata," kata Haris kepada JawaPos.com, Jumat (25/1).

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) ini menuturkan, seharusnya Jokowi dapat memberikan penjelasan kepada publik mengenai alasan pemberian remisi terhadap narapidana seumur hidup kasus pembunuhan. Sebab pemberian remisi terhadap pelaku pembunuhan merupakan sikap serius.

Menurutnya, pemberian remisi perlu pertimbangan mendalam. Sehingga tidak memunculkan polemik di tengah masyarakat.

"Rumusnya, jika hukum dilampaui harus atas dasar yang mulia dan teruji di hadapan publik. Hal ini dikarenakan hukum pidana menyangkut rasa keadilan publik," tegasnya.

Sebelumnya, keputusan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan remisi perubahan bagi 115 narapidana kasus pembunuhan menuai banyak kecaman. Kecaman terhadap Jokowi itu, yakni menyusul pemberian remisi bagi I Nyoman Susrama, terpidana seumur hidup kasus pembunuhan berencana wartawan Jawa Pos Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Dalam surat presiden setebal 40 halaman, itu nama Susrama berada di urutan 94, dengan keterangan perkara pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama-sama, berdasar putusan PN Denpasar Nomor: 1002/Pid.B/2009/PN.DPS/ tanggal 15 Februari 2010 juncto putusan PT Denpasar Nomor 29/PID/2010/PT.DPS tanggal 16 April 2010 juncto putusan Kasasi MA Nomor 1665K/PID/2010 tanggal 24 September 2010. 

"Memberikan remisi berupa perubahan dari pidana penjara seumur hidup menjadi pidana penjara sementara kepada narapidana yang namanya tercantum dalam lampiran keputusan presiden," demikian petikan salah satu kalimat yang tertuang dalam Keppres Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana Sementara tertanggal 7 Desember 2018.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Muhammad Ridwan

Alur Cerita Berita

Jalan Belakang Dapat Surat Pengampunan 25 Januari 2019, 16:51:28 WIB
Puluhan Jurnalis di Malang Jalan Mundur 25 Januari 2019, 16:51:28 WIB
Yasonna: Bukan Grasi, tapi Remisi Perubahan 25 Januari 2019, 16:51:28 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up