alexametrics
Kasus Bendera Tauhid

Setelah Pembakar, Kini Giliran Pembuat-Penyebar Video yang Diburu

24 Oktober 2018, 12:08:57 WIB

JawaPos.com – Aparat polisi berusaha bekerja cepat untuk menuntaskan kasus pembakaran bendera tauhid. Setelah para pembakarnya yang dibekuk, kini giliran pembuat dan penyebar videonya yang diincar.

“Iya sedang dicari (penyebar dan pembuat videonya),” kata Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto di kompleks DPR Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (24/10).

Dalam pengejaran terhadap pembuat dan penyebar video itu akan didalaminya perbuatannya. Jika itu memenuhi unsur, bisa saja mereka dikenakan Undang-undang ITE. “Nanti kita lihat perbuatannya itu apa, membuat gaduh dan lain sebagainya,” jelasnya.

Setelah Pembakar, Kini Giliran Pembuat-Penyebar Video yang Diburu
Bendera Tauhid yang selama ini sering dikibarkan HTI setiap aksinya yang berlangsung pada 2016-2017 lalu. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Sebagaimana diketahui, aparat Polda Jawa Barat sudah menangkap tiga orang yang diduga sebagai pelaku pembakaran bendara berkalimat tauhid. Saat itu para pelaku yang merupakan anggotao Banser NU hadir pada acara peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat pada Minggu (21/10).

Kini para terduga pelaku itu tengah diperiksa intensif oleh petugas untuk dipastikan status hukumnya. Tindakan pembakaran itu viral di media sosial (medsos). Viralnya video pembakaran itu pun memicu kegaduhan publik.

Untuk itu, Ari Dono mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi atas kejadian tersebut. Mantan Kabareskrim itu meminta publik untuk menyerahkan penyelesaian perkara pembakaran bendera tauhid ini kepada aparat penegak hukum.

Lebih jauh dikatakannya, masyarakat diminta untuk lebih cerdas dalam memilah informasi yang diterimanya, sehingga tidak terjebak dengan kabar palsu (hoax). Sebab, hal itu bisa berujung pada kegaduhan publik.

“Yang pasti kita berharap kepada seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi, kemudian melakukan suatu perbuatan yang merugikan diri sendiri ataupun orang lain,” tutupnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (sat/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Setelah Pembakar, Kini Giliran Pembuat-Penyebar Video yang Diburu