alexametrics

KPK Cecar Sesmenpora Terkait Regulasi Dana Hibah KONI

24 September 2019, 21:37:46 WIB

JawaPos.com – Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto telah selesai diperiksa KPK terkait kasus dugaan suap Penyaluran Pembiayaan dengan Skema Bantuan Pemerintah melalui Kemenpora pada KONI tahun anggaran 2018. Kepada awak media, Gatot mengaku hanya menjelaskan tentang regulasi dana hibah dari Kemenpora ke KONI kepada penyidik KPK.

“Tentang dana hibah itu sesungguhnya boleh atau tidak, lalu dasarnya apa, kemudian fungsi atau tanggung jawab Sesmenpora seperti apa, kemudian bagaimana alur anggaran seandainya KONI itu membutuhkan dana itu seperti apa,” kata Gatot usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (24/9).

Gatot menyampaikan, dirinya secara rinci menjelaskan aspek regulasi dana hibah dari Kemenpora kepada KONI. Namun, penyidik tidak menyinggung terkait operasi tangkap tangan (OTT) terkait permulaan kasus ini.

“Jadi lebih banyak ke aspek regulasi dan tadi pemeriksaan berlangsung cukup intensif ya, dalam konteks untuk mendapatkan potret yang utuh tentang bagaimana itu (alur dana hibah) kejadian bisa terjadi. Tapi tentang OTT-nya tidak disinggung secara spesifik,” sambungnya.

Gatot kemudian menyangkal jika adanya budaya kickback di tubuh Kemenpora. Selama menjabat sebagai Deputi IV dari 2016 hingga 2017, Gatot mengklaim tak pernah mengetahui ada budaya kickbak di sana.

“Mohon maaf ini saya belum klarifikasi. Saya tidak terima kalau ada anggapan atau penilaian ada budaya kickback di Kemenpora. Jadi perlu saya luruskan, jadi jangan digeneralisasi bahwa di Kemenpora itu ada budaya kickback,” ucap Gatot.

Hanya saja, penyidik KPK tidak menyinggung kepada Gatot terkait uang yang dimintai oleh mantan Menpora Imam Nahrawi selama bekerja di Kemenpora.

“Oh, enggak ada dikonfirmasi seperti itu. Enggak ada. Karena memang saya akui, Pak Menpora, Pak Imam Nahrawi belum pernah minta uang kepada saya. Saya harus jujur menyampaikan seperti itu,” jelas Gatot.

KPK menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka korupsi, Rabu (18/9). KPK menduga dia menerima dana suap dengan total Rp 26 miliar melalui dana hibah KONI lewat peran Kemenpora.

KPK menguatkan tuduhannya itu dengan mengatakan, aliran dana suap terjadi rentang waktu 2014-2018 sebesar Rp 14,7 miliar dan 2016-2018 senilai Rp 11,8 miliar. Penyaluran uang haram dengan total Rp 26,5 miliar itu, lewat peran seorang staf ahli Miftahul Ulum yang sudah ditahan KPK sejak dua pekan lalu.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads