JawaPos Radar

Zumi Beli Baju Pelantikkan Gubernur dengan Uang Gratifikasi

24/08/2018, 10:08 WIB | Editor: Estu Suryowati
Zumi Beli Baju Pelantikkan Gubernur dengan Uang Gratifikasi
Zumi Zola saat akan menjalani penahanan perdana . (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Uang gratifikasi yang diterima mantan Gubernur Jambi Zumi Zola ternyata tak hanya digunakan untuk membeli hewan kurban. Bahkan, dalam dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Kamis (25/8), terungkap mantan pesinetron itu juga menggunakan uang tersebut untuk membeli baju yang akan dikenakan dalam pelantikkan Gubernur Jambi pada 12 Februari 2016 silam.

"Terdakwa melalui Apif (orang kepercayaan Zumi) pada 11 Februari 2016, bertempat di Kafe Oey Jelutung Jambi meminta Arfan membayar uang jahit pakaian yang akan digunakan terdakwa untuk pelantikkan Gubernur," ungkap JPU.

"Sejumlah Rp 48 juta ke penjahit Rekhas di Plaza Indonesia lantai 3 dan membayar uang senilai Rp 20 juta ke Biro KAHA mangga besar," ujarnya.

Selain itu, uang gratifikasi juga sempat dinikmati oleh Istri Zumi Zola, Sherrin Taria. Selain Sherrin, ibu Zumi yaitu Hermina juga mendapatkan jatah.

Jaksa KPK menyebut Zumi rajin mengecek penerimaan fee ijon proyek di wilayahnya. Untuk mengecek itu, Zumi menggunakan kepanjangan tangannya yaitu Apif Firmansyah dan Asrul Pandapotan Sihotang.

Dari penerimaan gratifikasi itu, Zumi tidak melapor ke KPK sesuai dengan ketentuan undang-undang. Dia malah menggunakan uang itu untuk kepentingannya atau keluarganya.

"Asrul pada bulan September 2017 dan bulan Oktober 2017 di Pondok Labu, Jakarta Selatan atas permintaan terdakwa memberikan uang kepada Hermina, ibunda terdakwa, melalui orang kepercayaannya bernama Adi yakni sejumlah Rp 200 juta dan Rp 100 juta," imbuhnya.

Selain itu, ada juga uang yang diberikan pemain sinetron 'Ku Tlah Jatuh Cinta' itu pada istrinya dalam berbagai urusan. Namun, dalam menjalankan aksinya, Zumi tidak turun langsung melainkan menggunakan tangan orang kepercayannya.

"Asrul pada bulan Oktober 2017 atas perintah terdakwa memberikan uang Rp 20 juta untuk tim media yang diterima oleh Sherrin Taria, istri terdakwa," kata jaksa.

"Asrul pada 27 September 2017, 4 Oktober 2017, 18 Oktober 2017, 18 Oktober 2017 membayar belanja online Sherrin Taria dengan cara setor tunai ke rekening BCA atas nama Wilina Chandra yakni masing-masing sejumlah Rp 19.700.000, Rp 12.550.000, Rp 4.000.000," paparnya.

Total gratifikasi sebagaimana tercantum dalam dakwaan kurang lebih ada Rp 44 miliar. Selain itu ada pula penerimaan 1 unit Toyota Alphard.

Zumi pun didakwa melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up