JawaPos Radar

Idrus Marham Jadi Tersangka, Ketua KPK: Tunggu Saja Dulu

24/08/2018, 14:39 WIB | Editor: Kuswandi
Agus Rahardjo
Ketua KPK Agus Rahardjo saat diwawancarai awak media di kantor DPR Jakarta, (27/4) (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Ketua KPK Agus Rahardjo tak membantah adanya informasi yang beredar bahwa mantan Mensos Idrus Marham menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1. Kendati demikian, Agus belum mau berkomentar lebih detail. Dia menyebut informasi penetapan tersangka baru akan dilakukan lewat pengumuman resmi.

"Informasi ada atau tidak tersangka baru di sebuah perkara, baru bisa dipastikan kalau sudah diumumkan secara resmi. Ditunggu saja dulu ya," ujar Agus saat dikonfirmasi awak media, Jumat (24/8).

Perihal mekanisme penetapan seseorang sebagai tersangka, menurutnya, hal itu tergantung pada kecukupan alat bukti. Jika seseorang telah dinilai cukup alat buktinya, maka penyidik pun tak ragu untuk menetapkan siapapun menjadi tersangka. 

"Ada atau tidak perkembangan penyidikan atau penuntutan sangat bergantung pada kecukupan bukti," ujarnya.

Untuk diketahui, nama Idrus Marham kencang diduga terlibat sejak awal mencuatnya kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-I itu. Dalam CCTV yang disita KPK, Idrus disebut terlibat dalam setiap pertemuan yang dilakukan anggota DPR RI Komisi VII Eni Saragih, Johannes B Kotjo, dan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir.

Idrus Marham sendiri telah diperiksa sebanyak tiga kali oleh penyidik KPK. Pemeriksaan pertama berlangsung pada (19/7) lalu. Dia berkata pemeriksaan nya itu sewaktu ia menjadi Sekjen Partai Golkar dibawah kepemimpinan Setya Novanto. Idrus pun mengakui mengenal sejak lama sosok Eni maupun Kotjo.

Kemudian pada pemeriksaan kedua yang dijalani pada (26/7). Idrus Marham pernah membantah bila kedatangan Eni ke rumah dinasnya pada (13/7) lalu sebelum Eni dicokok KPK, untuk menghadiri ulang tahun anak perempuannya, bukan bertujuan untuk mengantarkan uang Rp 500 juta yang diduga berasal dari pemilik Blackgold Natural Resources Limited Johannes B Kotjo.

Kotjo disebut memberikan uang suap kepada Eni secara bertahap senilai Rp4,8 miliar sejak 2017. Rinciannya, Rp2 miliar pada Desember 2017, Rp2 miliar pada Maret 2018, Rp300 juta pada Juni 2018, dan terakhir Rp500 juta pada 13 Juli 2018, saat Eni dan Kotjo tertangkap tangan.

Kemudian pemeriksaan yang ketiga pada (15/8) lalu, Idrus  Marham enggan menjelaskan materi pemeriksaan. Dia mengatakan sudah menjelaskan seluruhnya kepada penyidik KPK. Kendati demikian Idrus mengaku siap bila dipanggil untuk dimintai keterangan kembali.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan dua tersangka yakni Eni dan Kotjo. Eni diduga sebagai penerima suap, sementara Kotjo diduga sebagai pemberi suap. Uang sebesar Rp4,8 miliar yang diterima Eni terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-I.

(ipp/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up