alexametrics

Dikabarkan Berada di Rumah Sakit, Begini Tanggapan Pengacara Edward

24 Mei 2019, 16:30:14 WIB

JawaPos.com – Terpidana kasus korupsi dana pensiun PT Pertamina tahun anggaran 2014-2015, Edward Soeryaddjaya dikabarkan tidak berada di dalam sel, melainkan sedang berada di sebuah rumah sakit di bilangan Jakarta Selatan. Ternyata, Edward ternyata sudah lebih dari dua bulan berada rumah sakit tersebut.

Kuasa hukum Edward, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan belum mendengar terkait kabar Edward yang saat ini sedang berada di rumah sakit. Namun, Yusril memastikan bahwa kliennya telah mendapat surat dari Kejaksaan.

tapi bila beliau di sana tentu sudah dapat izin dari kejaksaan dan di sana dikawal juga oleh kejaksaan. Tidak mungkin bisa di sana tanpa izin,” ucap Yusril saat dikonfirmasi, Jumat (24/5).

Sementara itu, pakar hukum pidana Abdul Fikhar Hadjar menyatakan, apabila narapidana belum memenuhi syarat pembebasan, maka tidak mungkin dapat dibiarkan bepergian keluar penjara.

Untuk memastikan apakah yang bersangkutan benar sedang dalam keadaan sakit, menurut dia, harus diperiksa ke instansi yang bertanggung jawab. “Harus minta pertanggungjawaban Dirjen Pemasyarakatan,” jelas Fikhar.

Untuk diketahui, dalam kasus korupsi dana pensiun PT Pertamina tahun anggaran 2014-2015, Edward Soeryaddjaya divonis 12 tahun dan 6 bulan penjara.  Kemudian mewajibkan Edward membayar uang pengganti senilai Rp 25,6 miliar.

Pada tingkat banding, Pengadilan Tinggi memperberat hukuman konglomerat Edward Soeryadjaya menjadi 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta. Edward juga dikenakan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti kepada terdakwa sebesar Rp 25,6 miliar.

Putusan banding ini diketuk majelis hakim yang diketuai Elang Prakoso Wibowo dengan anggota Mohammad Zubaidi Rahmat, I Nyoman Adi Juliasa, Reny Halida Ilham Malik, dan Lafat Akbar.

Majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI menyatakan mengubah putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat nomor perkara 34/Pid.Sus/TPK/PN.Jkt.Pst tanggal 10 Januari 2019 yang dimintakan banding.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads