JawaPos Radar

Tiba di KPK, Bupati Buton Selatan Diam Seribu Bahasa

24/05/2018, 14:59 WIB | Editor: Kuswandi
Agus Feisal Hidayat
Bupati Buton Selatan AFH saat tiba di KPK, Kamis (24/5) (Muhammad Ali/ Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Bupati Buton Selatan berinisial AFH tiba di markas Komisi Pemberantasan Korupsi bersama enam orang lain yang terjaring operasi senyap yang dilakukan tim Satgas Penindakan KPK pada Rabu Sore (23/5).

Dari pantauan JawaPos.com, AFH tiba sekitar pukul 13:43 WIB. AFH datang dengan mengenakan baju kemeja berwarna cream, dan celana panjang berwarna hijau. 

Saat keluar dari mobil yang menjemputnya, dia tampak didampingi oleh dua orang anggota kepolisian bersenjata lengkap dan petugas keamanan lembaga antirasuah. Saat dicecar beragam pertanyaan oleh awak media, tak sepatah katapun dilontarkan oleh orang nomor satu di Buton Selatan tersebut. Hal senada juga dilakukan enam pihak lain yang datang secara bergantian dalam waktu tak lama.

Hingga saat ini, pihak KPK belum bersedia merilis nama-nama yang dibawa ke gedung KPK. Yang pasti mereka akan menjalani proses pemeriksaan lanjutan.

"Sebagian pihak yang diamankan akan dibawa ke Jakarta dari lokasi, direncanakan sekitar 7 orang, termasuk Bupati, staf, konsultan survei, swasta yang nantinya akan mengikuti proses lebih lanjut di gedung KPK," ungkap juru bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Kamis (24/5).

Sekadar Informasi, Tim Satgas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah. Kali ini, tim penindakan KPK dikabarkan menangkap Bupati Buton Selatan berinisial AFH.

Selain AFH, Tim juga berhasil menciduk beberapa pihak lain yang diduga turut terlibat dalam perkara dugaan suap menyuap tersebut.

Ada Sekitar 10 orang diamankan termasuk Bupati, PNS, konsultan lembaga survey dan pihak swasta. Namun, yang diboyong ke KPK hanya 7 orang.

Selain menangkap sang bupati, dalam operasi senyap tersebut, turut juga diamankan sejumlah barang bukti dugaan uang suap senilai ratusan juta diduga terkait proyek di daerah setempat.

Hingga saat ini para pihak yang diamankan tengah menjalani proses pemeriksaan dalam waktu 1x24 jam guna ditentukan status hukumnya, sehingga belum diketahui apa motif dan apa saja barang bukti yang diamankan tim dalam operasi senyap tersebut.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up