alexametrics

Panglima TNI: Kopassus Jadi Legenda, Hantu Bagi Musuh Negara

24 April 2019, 14:51:26 WIB

JawaPos.com – Komando Pasukan Khusus (Kopassus) selalu menjadi kebanggaan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Bahkan dia menyebut ‘Si Baret Merah’ itu sebagai Legenda.

“Prajurit Kopassus, Pasukan Baret Merah, yang saya banggakan. Ingatlah kalian adalah Legenda,” tegas Hadi saat menjadi inspektur upacara Peringatan HUT Ke-67 Kopassus, di Makopassus Cijantung, Jakarta, Rabu (24/4).

Bahkan prajurit Kopassus tak perlu sibuk mencari nama. Sebab, Pasukan Baret Merah sudah terkenal seantero penjuru dunia. “Kalian bagaikan hantu-hantu bagi musuh negara,” kata Hadi.

Kopassus menurutnya adalah prajurit pilihan. Sebab mereka ditempa dengan berbagai latihan, tantangan, dan medan pertempuran.

Sumpahnya untuk senantiasa mempersembahkan pengabdian yang terbaik kepada bangsa dan negara pun tak perlu diragukan. Sejak Republik ini berdiri, sampai dengan usia ke-67, Kopassus selalu hadir di seluruh penjuru negeri.

Kapolri Jenderal Tito Karnaian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat memeriksa pasukan saat Apel Kesiapan Pengamanan Pemilu, Kamis (11/4) di Medan. (Istimewa)

“Tidak terbersit ragu sedikitpun dalam diri prajurit Komando dalam melaksanakan tugas. Selaku Panglima TNI, saya bangga dan hormat kepada seluruh prajurit Komando Pasukan Khusus,” tegas Hadi.

Sementara itu dia menerangkan, tantangan di masa mendatang semakin berat dengan teknologi terus berkembang. Demikian pula dengan taktik dan teknik kemiliteran.

Hal ini harus menjadi perhatian para prajurit. Profesionalisme menurutnya harus ditingkatkan.

“Jadilah pasukan khusus yang adaptif dan inovatif dalam berbagai tuntutan tugas. Jadilah Pasukan Khusus yang berkelas dunia,” perintah Hadi.

Namun dia berpesan bahwa kekuatan TNI ada pada rakyat, dan TNI-lah yang menjadi pelindung dan pembela rakyat. “Karena itu tetaplah rendah hati dan berjiwa besar, dekat dan menyatu dengan rakyat,” sebut mantan Kepala Staf Angkatan Udara itu.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Desyinta Nuraini



Close Ads