alexametrics

Dalam Setahun Harta Wisnu Kuncoro Naik Hampir Rp 9 Miliar

24 Maret 2019, 05:05:09 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Wisnu Kuncoro sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait proyek pengadaan barang dan jasa di BUMN baja tersebut. Wisnu sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Bintaro, Tangerang Selatan.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, selain Wisnu, tiga pihak lain juga ditetapkan sebagai tersangka yakni Alexander Muskitta (AMU), Kenneth Sutardja (KNU) dan Kurniawan Eddy Tjokro (KET) alias Yudi Tjokro yang sampai saat ini masih melarikan diri.

Berdasarkan penyidikan, KPK menemukan praktik korupsi itu berawal saat Direktorat Teknologi dan Produksi Krakatau Steel merencanakan kebutuhan barang dan peralatan masing-masing bernilai Rp24 miliar dan Rp2,4 miliar.

“AMU diduga menawarkan beberapa rekanan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut kepada WNU dan disetujui,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (23/3).

Menurut Saut, AMU menyepakati commitment fee dengan rekanan yang disetujui untuk ditunjuk, yakni PT Grand Kartech (GK) dan Group Tjokro (GT) senilai 10 persen dari nilai kontrak. Jika dilihat dari jabatan Wisnu saat ini, tentu dia sudah melalui perjalanan panjang hingga bisa menjabat sebagai direktur di PT KS.

Berdasarkan laman resmi perseroan, Wisnu lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 21 Januari 1963. Wisnu menjabat sebagai direktur produksi dan teknologi BUMN baja itu sejak 29 Maret 2017.

Dia menghabiskan sebagian besar kariernya di Grup Krakatau Steel. Sebelum menjabat sebagai Direktur Produksi dan Teknologi, dia pernah menjabat Direktur Utama Krakatau Engineering (2015-2017), Direktur Utama Krakatau Industrial Estate Cilegon (2014-2015), dan Direktur Utama Krakatau Daya Listrik (2009-2014).

Selain itu, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tercantum pada e-LHKPN terbaru tahun 2017, Wisnu diketahui memiliki harta sekitar Rp 14,6 miliar. Ini dilaporkannya, saat menjabat sebagai Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Tepatnya, Rp 14.638.045.481. Jumlah ini melambung dari LHKPN 2016 yang hanya sebesar Rp 5,96 miliar, ketika menjabat sebagai direktur utama PT Krakatau Industrial Estate Cirebon.

Dari data LHKPN terbaru 2017, harta kekayaan Wisnu terdiri atas harta tidak bergerak (tanah dan bangunan) senilai Rp 5,5 miliar. Kemudian, harta bergerak (alat transportasi dan mesin) senilai Rp 296 juta, harta bergerak lainnya Rp 460 juta, surat berharga Rp 2,6 miliar, serta kas dan setara kas sebesar Rp 5,6 miliar. Jadi, total harta tersebut senilai Rp 14,6 miliar.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Intan Piliang

Copy Editor :

Dalam Setahun Harta Wisnu Kuncoro Naik Hampir Rp 9 Miliar