alexametrics

Bunuh Suami dengan Santet dan Racun, Aulia Kesuma: Ide Bukan dari Saya

24 Februari 2020, 18:39:04 WIB

JawaPos.com – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang lanjutan pembunuhan sadis si Lebak Bulus dengan tersangka Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin Oktavianus Robert. Sidang kali ini diagendakan dengan pemeriksaan saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pada persidangan kali ini jaksa menghadirkan penyidik Polda Metro Jaya, Sigit sebagai saksi. Di dalam persidangan Sigit menyebut ide membunuh Edi Candra Purnama alias Pupung dan Muhammad Adi Pradana alias Dana dengan santet muncul dari Aulia.

Sigit mengatakan, hal itu diketahui berdasarkan kesaksian Aulia saat diperiksa penyidik. Mulanya dukun tidak digunakan untuk membunuh. Melainkan hanya sebatas untuk mengubah pemikiran Pupung yang menolak rumahnya dijual untuk membayar utang kepada bank.

“Awalnya dukun itu dicari untuk merubah pemikiran Edy agar mau jual rumah. Tapi ditunggu lama tidak ada hasil,” kata Sigit di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (24/2).

Karena tak berhasil, Aulia akhirnya memutuskan melakukan pembunuhan dengan racun. Merespon itu, Kuasa hukum Aulia kemudian menanyakan kepada Sigit ide membunuh datang dari siapa. “Seingat saya (ide) dari terdakwa Aulia,” jawa Sigit.

Kesaksian Sigit kemudian dibantah Aulia. “Saya keberatan karena saksi bicara ide dari saya, cara-cara (pembunuhan) seperti itu, tapi ide bukan dari saya,” kata Aulia dalam persidangan.

Sementara itu, Kuasa Hukum Aulia, Firman Chandra pun meragukan kesaksian Sigit. Menurut dia, kecil kemungkinan kliennya terfikir melakukan pembunuhan dengan cara disantet kemudian diberi racun.

“Karena bagaimanapun Aulia adalah perempuan, tidak mungkin punya pengalaman untuk membunuh. Ide itu tidak mungkin dari klien kami, ini dugaan kami dari terdakwa lain. Jadi klien kami bukan aktor intelektualnya,” pungkas Firman.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads