JawaPos Radar

Sudah Ditahan, Bupati Lampung Tengah Masih 'Pede' Bakal Menangi Pilgub

24/02/2018, 08:27 WIB | Editor: Kuswandi
Mustafa
Bupati Lampung Tengah, Mustafa, saat akan dilakukan penahanan Jumat (16/2) dini hari (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Kabupaten Lampung Tengah Mustafa mengaku optimis akan tetap maju dalam kontes pemilihan Gubernur Provinsi Lampung, meski, dirinya tengah tersandung kasus korupsi.

"Saya yakin tetap maju, saya tidak ada niatan satupun ya kan akan berbuat seperti yang sekarang. Saya justru punya keinginan memperbaiki bangsa dan negara kita ini, dengan tekad dan niat bahwa keinginan kita bisa tercapai ketika saya jadi gubernur," ungkapnya saat keluar Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (23/2).

Mustafa meyakini, meskipun dirinya telah ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan, partai yang mendukungnya maju dalam kontes Pilkada ini akan tetap memberikan dukungan padanya.

Mustafa
Gedung KPK Merah Putih (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

"Saya kira mereka baru konsolidasi dan memberi kabar ke saya, untuk memberikan dan mendoakan saya supaya saya tetap tabah. Ya kan?. Dan mereka akan terus berjuang melihat arus bawah di Provinsi Lampung ada keinginan kuat menginginkan saya menjadi gubernur," ujarnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Lampung Tengah ini juga percaya diri, jika penahanannya tidak akan membatalkannya untuk dapat maju dalam pemilihan gubernur.

"Ya nggak papa, tetap gak membatalkan pilgub, mudah-mudahan pilgubnya berjalan baik.Saya kira kalau saya liat antusias rakyat lampung saya akan menang," tukasnya.

Dia pun sempat berkata jika terpilih menjadi Gubernur Lampung akan menggandeng KPK untuk mencegah tindak pidana korupsi.

"Dan Insya Allah ketika jadi gubernur, saya akan gandeng KPK sebagai pendampingan saya supaya lurus jalannya pemerintahan," tutupnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Lampung Tengah. Mereka adalah Wakil Ketua DPRD dan anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah J Natalis Sinaga dan Rusliyanti, serta Kepada Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah, Taufik Rahman. Belakangan Bupati Lampung Tengah Mustafa juga ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus ini berkaitan dengan permintaan agar DPRD Lampung Tengah menyetujui pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Inrfastruktur (SMI) sebesar Rp 300 miliar.

Rencananya, uang itu akan digunakan untuk pembangunan proyek infrastruktur yang akan dikerjakan oleh Dinas PUPR Lampung Tengah.

Adapun J Natalis Sinaga dan Rusliyanti diduga menerima suap untuk memberikan persetujuan DPRD atas pinjaman daerah pada APBD Lampung Tengah kepada PT SMI. Sementara pihak diduga pemberi suap adalah Taufik Rahman.

Atas perbuatannya, sebagai pihak pemberi Taufik dan Mustafa disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebagai pihak penerima suap, Natalis dan Rusliyanto dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sementara Taufik selaku pihak pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up