JawaPos Radar

1,6 Ton Sabu Diboyong ke Mabes Polri Untuk Dimusnahkan

24/02/2018, 01:21 WIB | Editor: Budi Warsito
1,6 Ton Sabu Diboyong ke Mabes Polri Untuk Dimusnahkan
Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani ketika memperlihatkan barang bukti sabu dalam ekapos di Pelabuhan Logistik Sekupang, Batam. (Boni Bani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Narkotika jenis sabu sebanyak 1,622 ton yang ditangkap tim gabungan Satgassus Polri, Direktorat IV Tipidnarkoba, Bea Cukai Pusat dan Bea Cukai (BC) Batam, akan segera dimusnahkan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pemusnahan barang bukti sabu itu nantinya akan disaksikan oleh pihak-pihak terkait. Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya kecurigaan kalau-kalau barang bukti ini tidak benar-benar dimusnahkan.

"Sebagian akan kita sisihkan, baru kemudian dimusnahkan," kata Tito diakhir konferensi pers yang berlangsung di Pelabuhan Logistik Sekupang, Batam, Jumat (23/2).

Pemusnahannya sendiri kata Tito, akan dilakukan paling lama dalam kurun waktu tiga pekan ke depan. Meskipun lokus kejadian di Kepri, pemusnahan barang bukti sabu itu pun akan digelar di Mabes Polri. Karena penangakapan itu diawali dari tim Satgassus Polri, Direktorat IV Tipidnarkoba, kemudian dilanjutkan penindakan bersama BC, dan melakukan pengembangan kasus ini.

Dalam kesempatan ini, Tito juga memberi apresiasi kepada semua tim yang terlibat. Terutama tim gabungan yang telah berupaya cukup lama mulai dari mengumpulkam data hingga eksekusi yabg menghasilkan temuan besar ini.

Kementerian Keuangan, kata Tito juga melakukan hal luar biasa dalam mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi kejahatan narkoba.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani yang juga hadir di acara ini mengatakan, tantangan untuk masyarakat semakin besar. Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kepri yang berada di bawah naungannya akan dievaluasi guna mendukung berkembangnya kinerja BC yang lebih baik lagi.

Hal ini memurut Sri Mulyani memang sejatinya perlu dilakukan, karena memang wilayah Kepri yang sebagian besarnya adalah laut. Dimana daerah tersebut memiliki tantangan yang lebih besar memghadapi kejahatan narkoba.

Terlebih Kepri ini berbatasan langsung dengan negara tetangga di kawasan Asean. "Memang dari BC kita evaluasi kecepatan kapal, yang sering terjadi kabur ke perairan internasional, sehingga speed menjadi sangat penting," ujar Sri Mulyani.

Ia mengharapkan, sinergi yang sudah terjalin kuat antara Polri, TNI, BC, BNN, dan pihak lainnya semakin diperkuat. Pihaknya pun akan memberikan dukungan.

Dukungan yang diberikan Kementerian Keuangan terhadap kejahatan ini, kata Sri Mulyani dalam bentuk penambahan anggaran untuk instansi terkait. Sehingga bisa lebih optimal melakukan pengamanan.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up